30 April 2012

pelampiasan

apa itu?
pelampiasan, menurutku keadaan dimana seseorang benar-benar merasa down dan menginginkan melakukan sesuatu untuk mengungkapkan emosinya
tidak sedikit orang yang melampiaskannya dalam hal positif, banyak pula yang melampiaskannya melalui menyakiti dirinya sendiri. saya termasuk orang, yang menurutku, menyakiti diri sendiri. mengapa? aku sulit mengatur semuanya saat emosiku sedang di tahap terendah. banyak orang berkata, 'jangan lakukan itu' tapi mau bagaimana lagi. inilah aku yang sebenarnya. daripada aku membohongi orang dengan berpura-pura bahagia di depannya, lebih baik aku seperti ini.
jika ada orang bertanya 'bagaimana kau bisa terlihat biasa-biasa saja?' aku tak tau jawabannya, tapi aku pikir masalah itu jangan terlalu dipikirkan. oke? susah sih, tapi itu yang kulakukan. doing simple life. prinsip yang slalu kutanaman.
jika aku sudah butuh pelampiasan, masalah itu sudah sangat pelik dan jika aku boleh dilahirkan kembali, aku tak ingin mengalaminya. but, its impossible!
masalah yang kerap dihadapi bisa membuat seseorang lebih kuat, baik jiwa maupun mentalnya. butuh mental yang kuat untuk bisa menjalani hidup yang lebih keras.
what about you?

posted from Bloggeroid

17 April 2012

?

aku masih bertanya-tanya
apa yang membuatmu seperti ini
memasuki kehidupanku
yang tenang dan tanpa gairah
apa yang sebenarnya kau lihat
dari seorang sepertiku
aku penasaran
ku ingin mengerti maksudmu
beri aku alasan yang logis
untuk bisa menerimamu di hidupku
menerimamu mengisi hari-hariku yang kosong

Jumat, 13 April 2012 pukul 09.30 WIB

posted from Bloggeroid

11 April 2012

tak dikenal

seorang wanita berkata
lelaki itu memandangimu lama
aku tanya untuk apa
wanita itu menjawab
merindukanmu mungkin
aku tergelak
tertawa tanpa sebab, menertawakan perkataan wanita itu
sesuatu yang tak mungkin lelaki itu lakukan
aku tidak kenal dia
aku tidak tau tentangnya
dia menyukaimu, kata wanita itu lagi
aku terhenyak
merenungi kata-kata wanita tersebut
jika iya, dia siapa
aku ingin tau
mengapa lelaki itu seperti itu
aku bertanya pada wanita itu
kau kenal dia
tidak, tanyalah sendiri kepadanya

07 April 2012

tujuan hati II

dia menoleh
ke arahku
diam menatapku lurus
ada arti yang tak bisa kubaca
disisiku terdapat pandangan aneh
mata itu memandang aku dan dia bergantian
ada kecurigaan dimatanya
bidadari itu tetap memandang ke depan
memandang dia yang menoleh
dia tetap bungkam
hanya tatapan mata yang tak bisa kuartikan
akan berjalan atau memalingkan muka
berharap temukan yang terbaik
tanpa ada penyesalan padanya

posted from Bloggeroid

05 April 2012

tujuan hati ini

disisiku ada seseorang yang setia menunggu
tak tau sudah berapa lama ia disitu
hingga ku tak sadar
tak mengerti apa yang mendasarinya
karna aku kah
di depan ada seseorang yang menyambut
dengan pesona indahnya
ia datang menghampiri
ia mengulurkan tangan
kusambut tangan itu
namun
tanganku tak sampai menjangkaunya
dia menjauh
ada apa dengannya
apakah seseorang disisi
ataukah bidadari cantik di seberang
tanganku terhempas
ia masih tetap disisiku
dia menghampiri bidadari
dia hanya diam
memandang bidadari
dia tak lagi menoleh
ku merasa sendiri
walau seseorang disisi
tapi entah mengapa
tanganku tak bisa menggenggamnya
aku berdiri sendiri
mencoba tetap di tempat
tanpa memandang seberang dan menengok
tidak adil memang
namun hanya ini yang kutapaki

posted from Bloggeroid

03 April 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 6

Tttttteeeeeeeeettttttttt
Istirahat pertama, Windy dan Nina turun ke bawah untuk membeli makanan ringan. Kelas mereka yang berada di lantai dua memaksa mereka untuk turun demi mengisi perut mereka. Ketika berada di kantin, Windy dan Nina bertemu dengan Rahma.
"Windy", sapa Rahma. Nina sedang membeli makanan.
"Iya Rahma", jawab Windy. "Kamu nggak jajan?".
"Tadi udah kok", jawab Rahma. "Eh tau nggak, besok Nina sama Andra mau jalan lho", Rahma memberi informasi.
"Apa iya?" tanya Windy kaget. "Kok kamu nggak cerita sama aku Nin?" tanya Windy kepada Nina yang baru selesai jajan, kontan Nina bingung dengan pertanyaan Windy.
"Kasih tau apa to?" Nina balik bertanya.
"Kamu jalan sama Andra besok".
"Oh itu. Nanti aku cerita lengkap deh", kata Nina kepada Windy. "Rahmaaaaaaa, kamu ngapain cerita-cerita?" tanya Nina dengan muka geram.
"Yeee, nggak papa lagi, toh nanti juga banyak yang tau kok", bela Rahma.
"Ngono yo oleh", jawab Nina sambil berbalik meninggalkan kantin, menghampiri Windy yang sudah meninggalkan kantin lebih dahulu.
Rahma memandang kepergian Nina dengan senyuman puas di bibirnya. Rahma sangat senang jika sahabatnya satu itu punya calon. Maklum Nina adalah orang yang paling sulit untuk didekati, apalagi oleh cowok. Rahma salut dengan Andra yang berhasil mendekati Nina.
Waktu istirahat pertama selesai. Siswa siswi memasuki kelas masing-masing dan duduk di bangkunya sambil menunggu guru datang.
"Jadi besok kamu jalan sama dia?" tanya Windy membuka percakapan.
"Iya, kemaren dia ngajak aku. Tapi cuma makan doang kok, nggak kemana-kemana lagi", jawab Nina.
"Ya bagus deh, berarti dia udah berani melangkah".
"Kok gitu?" tanya Nina heran.
"Menurutku dia itu terlalu takut buat memulai", terang Windy.
"Bentar-bentar", kata Nina sambil membetulkan posisi duduknya. "Kok kami bisa bilang gitu Win?"
"Dulu dia pernah tanya ke aku, katanya dia masih ragu-ragu. Apalagi liat kamu yang biasa-biasa aja", jelas Windy panjang lebar.
"Kapan dia tanya Win?" tanya Nina mulai tertarik dengan pembicaraan ini.
"Udah lama sih. Pas itu juga minta nomormu", jelas Windy.
"Emmm, minta nomorku? Kayaknya udah aku kasih tau deh", kata Nina sambil mengingat-ingat.
Windy mulai bercerita tentang percakapannya dengan Andra.

:)

Matahari masih tersenyum senang di tengah langit. Memancarkan sinarnya untuk menyinari bumi. Cerah cahayanya tak kalah dengan cerahnya hati Andra yang sedang jatuh cinta. Andra baru akan pulang saat ia bertemu Windy di koridor sekolah.
Ini udah sepi kenapa Windy masih belum pulang, pikir Andra. Ia berjalan mendekati Windy yang sedang duduk sendirian.
"Windy, ngapain disini sendiri?" tanya Andra sambil duduk disamping Windy.
"Andra, kok belum pulang? Lagi nunggu jemputan kok", sahut Windy.
"Iya nih, panas banget. Jadi males pulang", kata Andra sambil memandang ke lapangan basket yang terlihat sangat panas.
Kenapa aku nggak tanyak Windy aja ya, kan dia temen sebangkunya Nina, pasti dia tau banyak soal Nina, pikir Andra.
"Eh Win, Nina itu orangnya gimana sih?" tanya Andra to the point.
"Nina?" tanya Windy kaget. "Gimana apanya?" tanyanya lagi.
"Ya semuanya tentang dia".
"Semua?" Windy kaget mendengarnya. "Jujur kalau semua aku nggak tau, soalnya aku nggak terlalu deket sama dia".
Andra kaget mendengar jawaban Windy. Dia memandang Windy meminta penjelasan lebih.
"Aku tau kamu pasti heran kenapa aku jawab gitu. Tapi jujur, sampai sekarangpun aku belum bisa deket sama dia. Dia itu orangnya emang gitu, sulit dideketin dan sifatnya cuek gitu", jelas Windy dengan mata menerawang jauh.
"Emmm gitu ya?", kata Andra sambil mengangguk-angguk. "Tapi kalau aku deketin dia gimana?"
"Kamu deketin Nina? Buat apa?"
"Yah, kayaknya aku suka deh sama dia", jawab Andra malu-malu.
"Kok kayaknya? Masih ragu? Bingung antara Nina atau Fia?" tanya Windy yang membuat Andra kaget setengah mati.
"Kalau Fia aku nggak ada perasaan apa-apa. Tapi kalau Nina, yah kamu tau lah".
"Oalah", kata Windy dengan mulut membentuk huruf O. "Ya sudah, deketin aja dia", kata Windy memberi dukungan.
"Yang bener?" tanya Andra tak percaya.
"Iya nggak papa, aku dukung kamu kok", kata Windy sambil menepuk bahu Andra memberi dukungan.
"Oke, makasih ya Win", kata Andra sambil menjabat tangan Windy erat.
"Sama-sama. Tapi inget ya, jika nanti kamu sama dia, jangan pernah sakitin dia. Soalnya ini pertama buat dia dan aku nggak mau dia sakit", kata Windy memberi nasihat.
"Siap bos!" kata Andra sambil berdiri dengan semangat 45. "Aku pulang dulu ya", pamit Andra.
"Iya, ati-ati di jalan ya".

:)

"Gitu Nin ceritanya", kata Windy mengakhiri ceritanya.
"Emmm gitu ya? Aku kira dia cuma iseng aja, ternyata realitanya gini to", kata Nina mengambil kesimpulan.
"Aku lihat dia bener suka sama kamu kok", simpul Windy.
"Udah deh, itu masalah nanti", kata Nina acuh.
"Tapi Nin...." kata Windy.
"Udah, liat aja kelanjutan cerita kami", kata Nina menenangkan.
Pelajaran kembali dimulai. Nina larut dalam pikirannya soal Andra. Nina masih belum paham dengan apa yang dia alami saat ini. Kalut yang dia rasakan.

posted from Bloggeroid

01 April 2012

maret

Baru sadar beberapa menit lalu masuk bulan April. Cepet banget deh rasanya. Kayaknya baru kemaren aku ngerasa bahagia tapi sekarang sedih? Why? You, yes you. Because of you. Benar saya sudah MULAI untuk menyadarinya. Tapi ini sangat terlambat, yah karna kau tak sabar menanti. Sulit memang iya, apalagi memenangkan hati yang masih tertutup rapat.
Hei, jangan cerita sedih dong, yang senengseneng aja lah. Oke braaa :D
Awal merasa, bukan tapi memang senang. Saya tidak mau bohong dan tak ingin menjadi munafik. Saya baru pertama kali diajak makan berdua sama cowok. Memang terdengar aneh apalagi buat aku yang udah 17 tahun (tulung) tapi ini kenyataan. Dan baru anda yang bisa mengajak saya, fine, you got first chance. Congrat! Senang, bahagia, gugup, yap! Kalian tau lah apa yang aku rasa saat itu. Pengalaman yang wow, i think, sampai saat ini pun aku belum lupa. Tapi aku harap tak kan lupa, aku mau crita sama anak cucuku kalo dulu mama diajak makan sama cowok ke bla bla bla. Kan seru bisa cerita gitu ke anak cucu. Apalagi kalo suaminya...... Ehem, cukup!!!
Tengah bulan yang yah, menurutku penuh dengan kebimbangan. You know, emmm aku akui sebelumnya aku emang biasa aja tapi lamalama ya... You get it! Tementemen dukung bangetbanget, tapi akunya yang kayak gini jadi yah, udah deh ya. Dia mulai menjauh. Why? Aku akui itu salahku karna aku terlalu cuek. Tapi ada hikmahnya kok, santai aja deh ya. Give him a chance to find good girl more than me. Yes! He found his own girl. Thanks God, you make him happy.
Akhir. The end. My ending story. Can you guess what happend then? Kami, saya dan dia, not became a couple. Tapi kami jadi sahabat(semoga, amin), kaget? But we think, NO I think, aku belum saatnya untuk seperti ini dan aku belum siap untuk jatuh lebih dalam. Aku belum bisa memahami arti cinta, so I still single. Saat temanku menangis karena patah hati, aku masih menangis karena tanganku tergores pisau.
I wish April can make me fell better :D

posted from Bloggeroid