24 Mei 2012

siang di tengah hujan

air hujan turun mengiringi tangis ini
tangisan untuk orang yang tak pernah menganggapku ada
orang yang mengabaikanku
walau aku berdiri di depannya

angin berhembus kencang
meruntuhkan dedaunan kering
bagai hati yang rontok karna terabaikan
begitu mudah jatuh karna rapuh
amat rapuh hingga jika tersentuh sedikit akan terurai
terpecah menjadi kepingan kecil
terbawa angin kencang yang berhembus
tak tau akan sampai kemana serpihan itu
terombang-ambing dalam pusarannya
tak tau kapan akan berhenti
jikalau berhenti
serpihan itu tak akan ada hanya di satu tempat
ada di berbagai tempat yang tak terduga

hampa terasa bagi jiwa yang ditinggalkan
tanpa esensi indah sedikitpun
tanpa esensi untuk memulai pencarian
membiarkan hampa hingga ada yang akan memberikan satu hati
utuh tanpa ada ruang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar