13 Juni 2012

unexpected word

bapak pulang dari rapat di tetangga sebelah rumah. ibu nonton TV acara kesukaannya, sinetron :| bapak ikut bergabung. aku nonton film membelakangi mereka.
'dari mana?' ibu
'rapat itu anaknya pak Basuki mau nikah' bapak
'anak yang mana? kan masih kecil semua' ibu
'Dhani itu lho' bapak
'HA? kan baru lulus taun ini bapak?' saking tak percayanya suaraku keras banget. bayangin aja, dia baru lulus taun ini, udah nikah!!! pikirkan !
'ya nggak papa to, apa kamu juga mau? bapak kan jadi nggak tanggungan lagi' jahat banget ya bapak ini
'calonnya orang mana?' ibu
'wonogiri' bapak
'ogah!' secepat kilat kujawab
'lho lha kenapa? kan udah punya pacar toh?' pacar? dari mana? baru sekali jalan sama cowok aja udah dikirain punya pacar, haduh :'
'ndak, ndak punya bapak' gimana mau punya bapak, calon pacar aja ndak punya eh salah udah ada ding tapi malah pergi lagi *lhah*
'nanti kalau jadi perawan tua kayak ibu mu gimana?' perawan tua? emang 27 taun belum nikah itu udah jadi perawan tua apa? hei, ini udah jaman modern brooo
'yo nggak papa perawan tua, yang penting kaya' asal jawab dan sudah berakhir perdebatan ini.

haduh...
18 tahun menikah? mikir lagi deh, 18 tahun!masih muda, kehidupan masih panjang, masih bisa lanjutin sekolah, masih bisa maen kemana-mana. lhah ini NIKAH? please, tolong! tapi ya sudahlah itu jalan yang ia pilih, dan saya tidak mau mengikutinya.

tak mau mengikutinya?
iyalah, kehidupanku masih panjang, aku masih mau kuliah, cari kerja, impianku masih banyak sebelum hidup berumahtangga. hidup dengan orang yang belum kita kenal dan harus berkomitmen apapun yang terjadi dia adalah suami kita, yang harus dilayani, tidak boleh membangkang, dan harus mengikuti kata-katanya. sulit untukku memikirkan seperti itu dan yang pasti aku tidak mau cepat-cepat menikah.

kapan mau menikah?
masih lama tuh, yang pasti kalau udah lulus kuliah, dapet kerja, dan punya mobil. ya kira-kira 27 tahun lah.

lalu, jika kamu dapet mobil umur 40 tahun gimana? kalau pun nanti kamu udah punya mobil, cowok itu akan segan deketin kamu lho.
ya bukan aku, paling enggak salah satu dari kita sih. sekarang gini lho, 10 tahun lagi pikiran orang tu udah berkembang udah beda jauh dari sekarang, mereka pasti bisa ngertilah.

jika nanti ada yang melamarmu saat umur 18 tahun gimana?
nggak papa, bersyukur malah. tapi soal diterima ato enggak itu emmm kalo udah mapan sih nggak papa, tapi kalo umurnya beda jauh aku nggak mau. mending nunggu yang lain aja, biar sama-sama siap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar