31 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 5

Sore hari yang cerah dengan sinar matahari yang menghangatkan. Nina duduk termenung di taman sekolah. Di depannya ada laptop yang ia nyalakan. Nina hanya menyalakan dan menyambungkannya ke internet melalui Wi-fi yang disediakan sekolah untuk muridnya.
Dalam diam Nina memikirkan sesuatu. Pikiran yang akhir-akhir ini terus menghantuinya. Nina juga tak tahu mengapa pikiran tersebut selalu ada di dalam otaknya. Hingga ia tak dapat tidur seperti biasanya, selalu saja lebih dari pukul 9.
Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang. "Hayo lagi ngapain? Mikirin aku ya?" tanya orang itu.
"Eh", ternyata Andra, "sok tau deh kamu", kata Nina.
"Terus kamu ngapain disini sendirian?" tanya Andra seraya mengambil posisi duduk di dekat Nina.
"Biarin, emang nggk boleh? Daripada di rumah sendirian".
"Yeee galak amat sih. Mikirin apaan sih? Kok keliatan serius banget?"
"Nggak tau. Ada yang ganggu pikiranku," curhat Nina.
"Apa? Cerita aja, nggak papa kok".
"Nggak kok. Nggak papa, nggak usah dipikirin", elak Nina.
Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Keheningan menyergap mereka berdua. Angin berhembus kencang menemani mereka.
"Nina, besok jalan yuk", ajak Andra.
"Ehm", kaget dengan ajakan Andra. "Besok? Besok kapan?"
"Besok sabtu. Mau nggak?"
"Sabtu? Bisa kayaknya. Jam berapa?"
Dalam hati Andra bersorak. Ajakannya diterima baik oleh Nina, ia makin bersemangat untuk mengajak Nina. "Jam 7 aku jemput ya?"
"Oh, oke. Aku tunggu".
"Yap, makasih ya. Ya udah aku pergi dulu, mau les", Andra bangkit dari duduk.
"Iya. Hati-hati di jalan ya, bye".
"Bye. Kamu juga cepet pulang. Udah sore lho", perintah Andra sambil mengusap lembut kepala Nina.
"Iya iya. Bawel amat sih. Udah sana", sambil mendorong Andra. Nina tersenyum setelah ditinggalkan Andra. Bergegas ia berkemas dan pulang. Masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
Nina tak sadar ada seseorang yang mengamatinya dari jauh. Orang itu juga tersenyum senang saat melihat Nina. Orang itu adalah Andra, senang sekali ajakannya disambut baik oleh orang yang disukainya.

:)

Tengah hari yang sangat panas. Siswa siswi berebut keluar kelas. Sesegera mereka pulang. Matahari sedang bersinar cerah, tanpa awan yang menghalau. Nina menuju ruang OSIS untuk mencari kesejukkan karena di ruang OSIS terdapat kipas angin yang dapat menyejukkan jiwa raga.
"Gimana kamu sama Andra?" tanya Rahma begitu Nina sampai di depan pintu OSIS.
"Emmm gimana ya", asal Nina menyahutinya.
"Halah, ayolah cerita", bujuk Rahma.
"Udalah Ma, jangan dipaksa gitu. Nanti dia juga cerita kok", kata Farah pasrah sambil melirik Nina. Nina tahu apa yang dimaksud Farah. Semua terdiam disibukkan oleh handphone mereka.
"Aku mau cerita", rajuk Nina.
"Tu kan, apa aku bilang", tebak Farah. Nina hanya tersenyum malu.
"Haha, udah cepet cerita", bujuk Rahma.
"Iya iya, santai napa bra", kata Nina, ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas. "Aku diajak jalan sama Andra".
"Ha? Apa iya", kata mereka berdua bebarengan.
"Iya, kenapa?" tanya Nina sambil melihat mereka satu-satu.
"Ye ye, Nina mau nge-date", sorak Rahma. Farah hanya tersenyum. Tiba-tiba Nisha, Qonita, dan Nia datang.
"Siapa yang mau nge-date?" tanya Nisha.
"Waaaaaa Nina punya pacar, yes yes", sorak Nisha.
"Wah, sekarang punya pacar len", kata Qonita sambil mencubit lengan Nina.
"Cieee Nina. Jangan lupa PJnya ya", kata Nia dengan suara keras.
"Hei! Aku tu cuma diajak makan doang, nggak seperti yang kalian bilang. Ini juga, deket aja belum kok malah minta PJ, ckck", kata Nina heran.
"Belum? Berarti akan dong, haha", kata Nisha dan yang lain mengangguk tanda setuju.
"Iya lah! Kalau aku jawab enggak berarti selamanya aku nggak akan punya dong. Kalau belum yang akan punya tapi itu belum tentu dia kan?" jelas Nina panjang lebar.
"Terserah deh. Yang terpenting itu yang terbaik untuk kamu dan jangan salah pilih ngambil langkah ya", kata Farah memberi nasihat.
"Itu harus! Dan I think ini bukan saatnya", Nina melontarkan pendapatnya.
"Lalu waktu yang tepat kapan Nina?" tanya Rahma.
"Aku juga nggak tau. Not now but then", tandas Nina.
"Tapi Nin, coba deh kamu buka dikit aja hati buat dia", Qonita ikut memberi saran.
"Heem Nin, apalagi dia udah berani ngajak kamu. Itu tanda dia mau serius ke kamu", Nia menambahkan.
Nina diam mendengarkan perkataan teman-temannya. Dalam hati diapun merasakan hal serupa. "Iya deh nanti aku coba", kata Nina pasrah.
"Nanti? Kenapa nggak sekarang? Lebih cepat lebih baik sayang", sahut Farah.

:)

Pelajaran keempat dimulai. Guru yang mengajar sudah masuk ke dalam kelas. Pikiran Nina masih melayang pada percakapan kemarin di ruang OSIS. Dia masih memikirkannya hingga sekarang.
"Kamu kenapa Nin?" tanya Windy mengagetkan Nina yang sedang melamun.
"Ha? Kenapa? Sorry aku nggak denger", jawab Nina tergagap.

posted from Bloggeroid

terperangkap

maju aku tak bisa
mundur aku dihalau
minggir aku terdepak
aku terkunci dalam kotak
kotak rasa cinta
yang hangat dan mendamaikan
namun kotak itu berlubang
cintamu terhempas keluar
sedikit demi sedikit
aku tak bisa bernafas
karna tak ada sedikitpun rasa yang tersisa
aku terperangkap sendiri
tanpa kasih sayang sedikitpun
hampa yang kurasa
ingin kuterlepas
berontak mencari udara
namun ku takut
takut nenyakiti kotak indahmu
yang kau buat untukku
tapi kau tinggalkan begitu saja
bermaksud tuk buatku terjaga
tapi taukah engkau
aku terlalu sesak
jika kau tinggalkan
tanpa rasa kasihmu

posted from Bloggeroid

28 Maret 2012

yes or no

for 28 February 2012 until 27 March 2012
you have been taught me about loving somebody . you made me looked stupid when you told me about love . because I didn't have experience about that . thank you to teach me until I know about that . I also learned sadness from you . you made me feel alive . you also made me think twice to choose someone who will be the one . you taught me the meaning of allegiance . thanks for that time . I wish you could be the one for somebody you love so much :D

posted from Bloggeroid

25 Maret 2012

memories of 2011

Haloooo...Tak terasa kita sudah melewati tahun 2011 dan sebentar lagi akan masuk ke 2012. Gimana rasanya nih kehidupanmu di 2011 ? yang pasti menyenangkan kan. Kalo’ aku sih biasa aja,malah bisa dibilang ndak ada feel-nya. Kalian tau lah gimana menjalani hidup dengan hati ato ndak pake hati. Aku tu ngerasanya hari hari berlalu tanpa ada kenangan indah. Aku juga ndak tau kenapa sih.
Januari, mulai dari awal taun aja aku udah disibukin sama latihan, latihan, dan latihan. Tiap hari isinya cuma sekolah, latihan, pulang, belajar, tidur, besoknya bangunlagi, dan begitu seterusnya selama satu bulan. Meski ada liburnya sih, walaucuma hari minggu doang, tapi rasanya tu kayak surga dunia. Sehari tanpa latihan dan pergi ke sekolah. Hehe. Di akhir bulan ternyata ada UH1 buat semester 2, haduh pusing *nging nging.Gimana ndak pusing, orang UH-nya seminggu lebih. Udah gitu jadwalnya siang lagi, pa ndak tambah menderita? Yo wis,tinggal belajar aja kok repot. Ntar kalo’ remidi ya remidi aja kalo’ ndak remidi ya Alhamdulillah.
Februari, masih sama kayak Januari ndak ada yang special. Meskai ada Valentine plus ultah sih.Nyatanya biasa aja tanpa seorang kekasih, hiks hiks *galau. Tapi gpp juga ding,aku juga ndak terlalu berharap ntar kalo’ gila gimana coba, ckck. Maret, asyik,hore, alhamdulillah. Tau kenapa? Yap kelas 2 alias senior kita pada Study Tour ke Bali dan kita mikirnya pasti ndak ada latihan. Tapi harapan tinggal harapan,masih ada latihan walau cuma sebentar kelas 2 udah pulang dari Bali, langsung deh latihan lagi buat lomba di bulan April dan Mei. Masih lama juga sih, tapi gara-gara lomba gede + harus mempertahankan piala jadi latihannya dari jauh-jauh hari, hufft, capek juga. But it’s OK lah biar jadi kebanggaan sekolah *kalau menang, AMIN.
April,hari-hari dipenuhi dengan latihan biasa dan latihan fisik. Setiap hari nyoba PBB TUB PBB TUB dan seterusnya ampe bosen juga. Tanggal 31 April lomba PBB dan1 Mei lomba TUB.Mei, tanggal 1Mei sore pengumuman hasil lomba. Pas banget waktu upacara penutupan turun ujan dan itulah yang menjadi saksi gimana perasaan kami saat itu. Oke, kami memang dapat juara 1 dan 2, tapi kita ndak dapet juara umum. Kalian tau gimana sakitnya kita udah latihan selama HAMPIR setengah tahun latihan buat mempertahankan piala tapi ternyata direbut oleh SMA lain :’(. Tapi ndak papa, buat pelajaran aja toh sebentar lagi ada lomba. Kalo kalian ikut pasti 1.heran 2.terbengong-bengong 3.ketawa. pasti kalian mikir, ki pie to?. Kita emang ngerasa gitu, gerakan kita yang menurut senior udah LUMAYAN bagus aja ndak dapet juara. Kita dapet nomor 12 OMG ! UH2 dan ulangan kenaikkan kelas sudah menunggu, taraaa! Belajar lagi deh, SEMANGAT !
Juni, UKK selesai. Akhirnyaaaaa. Bentar lagi pensi nih. Siap-siap ah (sebenarnya biasa aja :p).pensi dengan guess star-nya SO7 a.k.a Sheila On 7 berhasil buat kita-kita ber-pogopogo ria, huuuuuuuuuu. Penerimaan rapor, aku pengen masuk IPA sih tapi ternyata masuk IPS. Aku ndak terima apalagi ibu, akhirnya nemuin wakasek dan ikut tes masuk IPA. Ndak terlalu banyak yang ikut kok. Aku lolos! Yes.
Juli, pembagian kelas. Bayar SPP dulu abis itu ke guru yang ditunjuk. Innalillahi, antreannya cui, ampe ke kutub utara saking panjangnya *lebay. Aku bayarnya siang ajalah biar ndak lama. Aku masuk IA4. Sekelas sama 4 orang dari kelas X. Hari pertama masuk, biasa aja ndak terlalu istimewa malah aku bosen, abis anaknya diem aja,gini nih masuk IPA yang notabene anak rajin semua. Lah aku ? jangan tanya,haha.
Agustus,latihan pagi menyambut. Biasalah buat pengibaran 17 Agustus. Yang ngibarin Sang Merah Putih anak kelas X yang baru kok. Kita yang kelas XI cuma jadi petugas upacara. Huah, paling males ngomong soal pelantikkan. Dibentak-bentak sih. Sumpah males banget ! jadi senior, hore atau nangis ya :? Biasa aja lah. Pengibaran 17 Agustus, biasa. Setelah pengibaran yang ndak biasa. LARI keliling lapangan ditonton satu sekolah + PushUp. Gila ! Idul Fitri, minal aizhin walfaizhin
September,masuk hari pertama langsung PELAJARAN FULL, sekolah edan. Pusing mikirpemilihan OSIS + S7J’11 sing sabar! Latihan dulu deh, aku udah daftar jadi pengurus OSIS lhoooo. Latihan pertama udah bikin pusing, oooooohhhhhhhhhh. Bentar lagi MID, latihan ditiadakan.
Oktober, MID selesai. Hasilnya? Punyaku jelek! Haduh, awal bulan dipusingin pake hasil MID ditambah bentar lagi ada lomba buat 2011 dan senior + pak Mbeng (coach :p) kekeuh pengen ikut lomba. Kita sbg yang mengambil kendali mereka ndak siap. Tapi karena mereka mau, ya oke aja lah. Latihan CUMA 1bulan dengan kondisi mereka seperti itu apa bisa toooo? Tapi toh juga ikut dan jadi 1 set kok.
November, penuh air mata. Karena menang lomba jadi juara umum, alhamdulillah *mukjijat, aku SEDIKUT bangga dengan apa yang mereka raih :D nilaiUH2 ku ancur berkeping-keping karena dapet rank 27 dari 27 siswa, ckck *tidak pantas ditiru anak-anak, ada ulangan akhir smt1. Tau ndak tempat dudukku pas ulangan, di lab IPS. Meja kursinya beda dari yang lain. Pake meja kuliahan! *gurunya pilih kasih. Ndak bisa apa-apadeh, mengerjakan sendiri!
Desember,remidi dan classmeeting. Remidi cuma satu yang dari dulu ndak pernah berubah,KIMIA dengan nilai 54. Aku heran deh udah les kimia teteeeep aja remidi, hmm. Classmeeting, kelasku masuk final di footsal, horeeee, dapet juara lho 6-4. Rapotan, aku jaga di kelasku gara-gara yang studytour ke Bali berangkat hari itu juga. Capek? Iya, karena baru ngerasain yang pertama kali. Dapet rank 16, not too bad kok . Liburan, dirumah saja sedangkan teman-teman ke Bali. Minggu ke-2 ada latihan dan yang masuk hanya 4orang, ckck. Bentar lagi taun baru dan masuk sekolah lagi.
Dari setahun itu aku bisa ambil beberapa pelajaran:
1. Tidak semua yang kita harapkan harus terjadi.
2. Tidak semua yang biasa saja tetap jadi biasa saja, pasti ada perubahan.
3. Kalau kita memang ditakdirkan disitu, yadisitulah kita.
4. Setiap perbuatan butuh pengorbanan

maaf baru di post sekarang, harusnya udah dari 3bulan lalu. Kesimpen d draft dan tak terlihat sih :D
2012 ada kisah menarik kok, tunggu yaaaaak !

posted from Bloggeroid

tak harus miliki

aku sadar aku suka
aku sadar aku sayang
akupun sadar aku cinta
namun kau
kurasa dulu
kau suka
kau sayang
bahkan kau cinta
terlambat
ku kehilangan kesempatan itu
tuk menggapaimu
tapi kini kau tlah menjauh
sulit menyentuhmu kembali
aku hanya yakini
aku cinta tapi tak perlu kuraih
asal ku bisa merasakan cinta ini

posted from Bloggeroid

24 Maret 2012

terlambat mengambil keputusan

Part 4

Pelajaran yang membosankan, udah siang masih saja ketemu pelajaran kayak gini, itulah perasaan Nina. Waktu menunjukkan pukul 11.00, pantas Nina mengeluh.
"Kemarin ada PR ya?" tanya Bu Rani. "Ayo dikeluarkan!" perintahnya. Bu Rani adalah guru kimia. "Ada yang sudah mengerjakan?"
"Belum, Bu. Nggak tahu caranya", kata Ahmad.
"Ya sudah. Ini temanmu ada yang sudah mengerjakan. Perhatikan! Jangan bicara sendiri. Nanti kita bahas bersama", kata Bu Rani.
Windy maju ke depan kelas untuk mengerjakan PR yang diberikan Bu Rani. Nina terpaksa duduk sendirian. Dia memainkan bolpoin untuk mengusir penat.
"Andra, duduk sini aja. Aku mau bicara bentar", pinta Titi yang duduk di belakang Nina. "Boleh kan Nin?" tanya Titi kepada Nina.
Nina berbalik menghadap Titi, mencari penjelasan atas permintaannya. "Aku cuma bicara bentar kok. Beneran?" kata Titi sambil mengangkat tangannya dan membentuk huruf V.
Andra berjalan menuju meja Nina.Dia duduk di bangku Windy. Andra langsung menghadap belakang untuk berbicara dengan Titi. Nina tak terlalu memperhatikan mereka, jadi ia menghadap ke depan untuk memperhatikan yang ditulis oleh Windy.
"Ayo sudah bicaranya. Perhatikan depan!" perintah Bu Rani.
Windy mundur kebelakang menuju bangkunya, tapi telah diduduki Andra, jadi Windy duduk di tempat lain. Semua murid kembali mengalihkan perhatiannya ke depan. Mendengarkan penjelasan Bu Rani meskipun hanya separuh kelas yang benar-benar memperhatikan.
Tanpa Nina dan Andra sadari, seseorang telah memotret mereka. Mengambil gambar mereka dari belakang, siapa lagi kalau bukan Livia. Livia duduk dua meja di belakang Nina. Anak itu memang sangat atraktive saat seperti itu.
Pelajaran berlangsung lancar. Semua siswa sibuk mencatat bahan yang sedang ditulis oleh Bu Rani.
"Eh, ada Andra. Nin, pinjem bolpoin merah ya?" pinta Kiki yang tiba-tiba berbalik menghadap meja Nina. Kiki kembali menghadap ke depan setelah mendapatkannya.
"Ini. Makasih ya Nin. Eh, nanti Tama cemburu lho", kata Kiki asal sambil menepuk bahu Tama, teman sebangkunya. Mereka duduk di depan Nina dan Windy.
Tama menoleh, "apaan sih Ki", elaknya.
"Apaan sih, nggak papa kan Tam?" tanya Nina mencari pembelaan.
"Nggak papa. Kiki tu nggak usah didengerin", kata Tama sambil kembali menghadap ke belakang.
Tanpa Nina sadari, ada yang aneh dengan Andra. Andra merasa cemburu dengan Tama. Apakah Nina menyukai Tama? tanya Andra dalam hati. Lalu aku ini dia anggap apa? batin Andra.
Nina tak dapat merasakan kejanggalan yang terjadi. Dia hanya menganggap itu hanya sebuah lelucon belaka. Nina tak pernah sedikitpun terbersit pikiran mengenai hati Andra saat ini. Karena Nina pikir Andra tidak ada perasaan apapun terhadapnya.

posted from Bloggeroid

23 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 3

"Ayo cepet cerita", rajuk Rahma.
"Sabar to nduk", bela Farah.
Senyum tersungging di bibir Nina. "Kemarin Andra SMS aku", katanya malu-malu.
"Apa iya?" seru Rahma kaget.
"Terus gimana?" tanya Farah antusias.
Nina menceritakan semuanya secara detail.
"Sebenernya awal mulanya gimana sih?" tanya Vania.
"Menurutku sih sejak dia ngajak aku buat beli oleh-oleh buat jenguk Windy. Tapi aku pikir itu cuma ajakan biasa. Eh, nggak taunya malah jadi topik hangat di kelas. Apalagi kita sering mentionan di socialnetwork", tutur Nina.
"Halah kayak anak kecil aja. Udah cepet jadian aja sana", sambung Vania.
"Ah udahan aja deh, toh kita cuma temenan biasa kok", elak Nina.
"Sebenernya kamu suka sama dia nggak?" tanya Rahma. Pertanyaan yang menurut Nina sangat menohok hatinya.
"Aku nggak tau, tapi kalau sama dia itu rasanya save banget. Beda sama yang lain", tutur Nina blak-blakan.
"Berarti kamu beneran suka dia", celetuk Vania.
"Nggak tau. Aku nggak yakin. Menurutku itu cuma candaan aja kok".
"Tapi Nin, menurutku dia suka kamu, kelihatan kok", Vania mengambil kesimpulan. Kesimpulan yang membuat hati Nina berdesir.
Tawa meledak dari bibir Nina, tak percaya akan kata-kata Vania. "Udah deh, liat aja kedepannya gimana", jawab Nina pasrah.

*

Taman sekolah yang teduh. Banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang. Rumput yang tumbuh subur dan hijau. Nina duduk di bangku taman di bawah rindangnya pohon mangga. Tak terduga Andra datang dan duduk di sebelah Nina. Andra langsung buka suara.
"Be itu apa sih?" tanya Andar penasaran.
"Apa ya? Nggak tau", jawab Nina sambil berfikir.
"Mungkin babe, babi, atau nggak baby? Iya kan?" goda Andra.
"Emmm, apa ya enaknya? Babe aja deh".
"Lho kok gitu", sesal Andra.
"Terus apa dong? Ya udah baby aja gimana?" usul Nina.
Tawa Andra pecah. "Nggak usah deh, babe aja. Kita kan belum jadian", kata Andra sambil mengusap kepala Nina.
"Siap babe", kata Nina penuh semangat.
"Siap mak!" seru Andra seraya bangkit berdiri.
Percakapan dua manusia itu terhenti oleh bel tanda msuk berbunyi. Andra berjalan duluan menuju ke kelas. Nina memandangi punggung yang semakin menghilang itu. Dia bangkit untuk menyusul Andra ke kelas, tapi dia lewat depan ruang OSIS.

*

Nina sedang duduk santi di kursi malas kamarnya. Tangannya asik memainkan ponsel. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara dari laptopnya. Ada pesan masuk di YM, Nina segera membukanya.
"Nina Nina", dari Andra. Jantung Nina berdegup kencang.
"Apa apa", balas Nina.
"Abi lagi galau nih".
"Kenapa abi galau?"
"Nggak ada yang nge-chat aku di YM".
"Ya udah, ini aku nge-chat kamu".
Andra membaca balasan dari Nina, tak ia sadari bahwa bibirnya tersenyum.
"Eh Nin, gimana tu anak-anak pada heboh sendiri. Kamu nggk papa kan? Aku minta maaf udah buat kamu kayak gini".
"Aduh udahlah. Saya hanya mengikuti permainan anda".
"Tapi itu bukan permainan, itu realita. "Kita yang menentukan itu permainan atau realita".
"Hidup penuh dengan pilihan".
"Pilihan untuk menentukan permainan kita".
Lama Nina menunggu jawaban. Hingga rasa kantuk menyergapnya dan dia tak tahan menunggu.
"Aku tidur dulu ya, udah ngantuk".
"Maaf Nin baru balas. Ya udah mimpi indah ya, good night", balas Andra.

posted from Bloggeroid

22 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 2

"Ciiiiiieeeeee Nina", seru Livia ketika Nina duduk di bangkunya. Dia bingung, kenapa pagi-pagi udah ribut.
"Kenapa sih? Ini masih pagi woy", balas Nina tak kalah heboh.
Bel masuk tanda pelajaran dimulai. Masih banyak siswa yang belum hadir. Maklumlah, ini sekolah masuk jam 06.30, terlalu pagi untuk siswa SMA. Apalagi di SMA Negeri 7 di salah satu kota metropolitan. Peraturan ini dibuat pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Ada-ada saja perilaku para pejabat kita.
Siswa sudah berdatangan sebelum guru yang mengajar jam pertama datang. Tapi ada satu bangku yang belum terisi. Siapa ya, batin Nina.
"Nin, Andra belum dateng to?" suara yang mengejutkan itu dari samping kanannya. Suara milik Windy, teman sebangkunya sejak tahun ajaran dimulai.
"Ndak tau, liat aja bangkunya", dagunya menunjuk bangku Andra. "Maybe he came late", kata Nina.
"I think so, dasar telatan ya dia".
"Maklum kemaren ampe jam 12", batin Nina. Memang kemarin Nina dan Andra SMS sampai jam 12 malam.
Jam pelajaran pertama berlalu dalam keheningan. Kenapa? Karena jam pertama adalah pelajaran matematika. Apalagi gurunya juga kayak gitu.
"Wooo telat", salah satu siswa berkata.
"Nin, liat tu Andra telat", satu lagi celetuk siswa lainnya.
Nina hanya mendongak dan melihat sosok Andra sekilas. Tatapan Andra tertuju pada Nina, namun Nina kembali tertunduk dan fokus pada pelajaran. Pelajaran berjalan lancar dan tenang, hingga pergantian jam dan ternyata guru mata pelajaran selanjutnya tidak ada.
"Cieee kemarin yang mention-mention di twitter", seru salah satu murid.
"Iya, kemarin ada yang ngerayu lhoo", sambung Livia.
"Apa iya? Siapa? Andra bukan?" tanya seorang siswa.
"Kalian itu ngapain?" celetuk Andra.
"Gimana Nin? Udah cepet jadian ajalah, nggak usah lama-lama", kata seorang siswi.
Nina hanya menghadap siswi tersebut dan tersenyum. Entah mengapa bibir Nina hanya bisa tersenyum saat ditanya seperti itu. Coba tebak apa yang Nina rasakan? Kita lihat saja nanti.
Bel tanda usai pelajaran berdering. Pelajaran telah berakhir, siswa siswi mulai berkemas untuk pulang. Selesai berdoa Nina langsung melesat keluar kelas menuju ruang OSIS. Nina termasuk dalam salah satu anggota OSIS, dia bergabung mulai awal tahun pelajaran lalu.
"Farah, aku mau cerita", kata Nina manja kepada sahabatnya itu, Farah.
"Gimana to gimana? Sini cepet cerita. Pasti soal Andra yaaaa?" goda Farah.
"Ninaaaaa, gimana kabarnya Andra?" tanya Rahma, sahabat Nina juga.
"Ni aku baru mau cerita sama Farah".
"Lhooo aku ikuuuut", rengek Rahma.
"Sek bentar ya", kata Nina sambil berjalan menuju kamar mandi.
posted from Bloggeroid

terlambat mengambil kesempatan

Part 1

Malam makin larut, namun Nina tak kunjung terlelap. Masih digenggamnya ponsel kesayangannya. Nina masih sibuk menjelajari benda kecil itu. Apa yang dia lakukan? biasalah anak muda, online. Dia sibuk dengan dunia maya itu, hingga ia terkejut oleh sebuah sms.
"Kamu baik-baik aja kan?" pesan yang tertulis, tapi hanya nomor saja.
"Iya, ini siapa ya?" balas Nina.
Nina bingung siapa yang malam-malam begini kirim SMS. Terbersit sebuah nama dibenaknya, tapi ia tak berani untuk meyakininya. Tak berapa lama SMS balasan masuk.
"Aku Andra. Bener kamu gpp?" tertulis di layar ponselnya. Hati Nina berdesir, tak tahu desiran apa itu. Jantungnya berdetak hebat, Nina lalu mengetik SMS.
"Bener aku gpp kok. Santai aja lagi". Send.
"Ya udah. Aku cuma khawatir kamu kenapa-kenapa".
"Oh, aku gpp kok. Tapi kok kamu bisa mikir gitu?". Send.
"Aku takut masalah di social network itu jadi pikiran kamu".
"Ya udahlah, aku fine kok. Ndak usah dipikirin". Send.
Lama Nina dan Andra saling mengirim pesan, hingga tak terasa hari sudah berganti. Nina langsung tidur terlelap, dengan meninggalkan pesan yang terakhir dari Andra.

posted from Bloggeroid

21 Maret 2012

kenyataan pahit

cahaya mulai redup
kehangatan tergantikan oleh dingin
keceriaan menghilang
tak ada lagi seruanmu
terbangun dari mimpi indah
tersadar oleh kenyataan pahit
kau tak disini
tak pula disampingku
hanya bayangmu dalam mimpi indahku
kau tak nyata
seperti esensi yang kau beri
hanya ilusi belaka
takkan pernah kurasa

posted from Bloggeroid

hati ini

senyum terlukis
tawa lembut mengalun
candaan terlontar indah
perhatian yang menghangatkan
usapan halus yang mendamaikan
rasa yang membuat nyaman
hati yang selalu berbunga-bunga
indah dan tak ingin pergi
aku jatuh di pelukmu
namun tak sakit
begitu menyenangkan
selalu kau manja dengan kata-kata indahmu
kuterbuai
kuterlena
kumenyukainya
akhirnya kujatuh cinta <3

posted from Bloggeroid

rasa yang terbuang

angin semilir
embun menetes
daun hijau semerbak
gemericik air mengalir
bau alam yang begitu hangat
kicauan burung
mengiring membawa jiwa ini
jiwa yang kau sakiti
tapi kujuga sadar
akulah yang telah menyakitimu
melukai hatimu
maafkan aku
maafku terbawa bersama angin
menuju hati yang sakit
menyembuhkannya dengan kasih
terima kasih tlah mencinta

posted from Bloggeroid

19 Maret 2012

pantaskah

kubuka lembarmu
kutemukan tulisan itu
kau dan dia
kalian
tak pantas rasanya aku mengganggu
kental akan kasih
aku iri
aku benci
aku tak bisa seperti kalian
jika bisa
aku ingin menggantikannya
agar ku bisa bersamamu
rasa yang semakin lama dan dalam terasa
mengertikah engkau
rasa yg kusimpan untukmu
baru kali ini
kenapa kau tak kunjung mengerti
apa aku terlalu tak berharganya
apa aku terlalu cuek untuk kau anggap
apa ini hukuman untukku
jelaskan padaku

posted from Bloggeroid