23 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 3

"Ayo cepet cerita", rajuk Rahma.
"Sabar to nduk", bela Farah.
Senyum tersungging di bibir Nina. "Kemarin Andra SMS aku", katanya malu-malu.
"Apa iya?" seru Rahma kaget.
"Terus gimana?" tanya Farah antusias.
Nina menceritakan semuanya secara detail.
"Sebenernya awal mulanya gimana sih?" tanya Vania.
"Menurutku sih sejak dia ngajak aku buat beli oleh-oleh buat jenguk Windy. Tapi aku pikir itu cuma ajakan biasa. Eh, nggak taunya malah jadi topik hangat di kelas. Apalagi kita sering mentionan di socialnetwork", tutur Nina.
"Halah kayak anak kecil aja. Udah cepet jadian aja sana", sambung Vania.
"Ah udahan aja deh, toh kita cuma temenan biasa kok", elak Nina.
"Sebenernya kamu suka sama dia nggak?" tanya Rahma. Pertanyaan yang menurut Nina sangat menohok hatinya.
"Aku nggak tau, tapi kalau sama dia itu rasanya save banget. Beda sama yang lain", tutur Nina blak-blakan.
"Berarti kamu beneran suka dia", celetuk Vania.
"Nggak tau. Aku nggak yakin. Menurutku itu cuma candaan aja kok".
"Tapi Nin, menurutku dia suka kamu, kelihatan kok", Vania mengambil kesimpulan. Kesimpulan yang membuat hati Nina berdesir.
Tawa meledak dari bibir Nina, tak percaya akan kata-kata Vania. "Udah deh, liat aja kedepannya gimana", jawab Nina pasrah.

*

Taman sekolah yang teduh. Banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang. Rumput yang tumbuh subur dan hijau. Nina duduk di bangku taman di bawah rindangnya pohon mangga. Tak terduga Andra datang dan duduk di sebelah Nina. Andra langsung buka suara.
"Be itu apa sih?" tanya Andar penasaran.
"Apa ya? Nggak tau", jawab Nina sambil berfikir.
"Mungkin babe, babi, atau nggak baby? Iya kan?" goda Andra.
"Emmm, apa ya enaknya? Babe aja deh".
"Lho kok gitu", sesal Andra.
"Terus apa dong? Ya udah baby aja gimana?" usul Nina.
Tawa Andra pecah. "Nggak usah deh, babe aja. Kita kan belum jadian", kata Andra sambil mengusap kepala Nina.
"Siap babe", kata Nina penuh semangat.
"Siap mak!" seru Andra seraya bangkit berdiri.
Percakapan dua manusia itu terhenti oleh bel tanda msuk berbunyi. Andra berjalan duluan menuju ke kelas. Nina memandangi punggung yang semakin menghilang itu. Dia bangkit untuk menyusul Andra ke kelas, tapi dia lewat depan ruang OSIS.

*

Nina sedang duduk santi di kursi malas kamarnya. Tangannya asik memainkan ponsel. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara dari laptopnya. Ada pesan masuk di YM, Nina segera membukanya.
"Nina Nina", dari Andra. Jantung Nina berdegup kencang.
"Apa apa", balas Nina.
"Abi lagi galau nih".
"Kenapa abi galau?"
"Nggak ada yang nge-chat aku di YM".
"Ya udah, ini aku nge-chat kamu".
Andra membaca balasan dari Nina, tak ia sadari bahwa bibirnya tersenyum.
"Eh Nin, gimana tu anak-anak pada heboh sendiri. Kamu nggk papa kan? Aku minta maaf udah buat kamu kayak gini".
"Aduh udahlah. Saya hanya mengikuti permainan anda".
"Tapi itu bukan permainan, itu realita. "Kita yang menentukan itu permainan atau realita".
"Hidup penuh dengan pilihan".
"Pilihan untuk menentukan permainan kita".
Lama Nina menunggu jawaban. Hingga rasa kantuk menyergapnya dan dia tak tahan menunggu.
"Aku tidur dulu ya, udah ngantuk".
"Maaf Nin baru balas. Ya udah mimpi indah ya, good night", balas Andra.

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar