05 Desember 2012

Langit

"Kamu gak akan bisa memyentuh langit..., itu hanya lapisan udarayang membiaskan cahaya. Ketika kamu terbang tegak lurus dari permukaan bumi, kamu tak akan pernah sadar kapan kamu menembus langit. Kamu gak pernah tahu.... Langit biru itu hanya untuk matamu. Kamu hanya bisa melihat, tanpa bisa berharap merasakannya" - Biru pada Januari, Aditia Yudis

Hanya untuk dilihat
Hanya untuk dinikmati
Takkan pernah tersentuh
Takkan pernah termiliki
Dingin, jauh, fana
Namun berikan kedamaian
Layaknya kasihmu
Yang selalu kau beri
Yang selalu kau pancarkan

posted from Bloggeroid

11 Agustus 2012

kutemukan jawabannya

Harus senangkah atau sedih atau tertawa atau bahkan menangis
Hei, aku manusia masih punya perasaan untuk merasakan semua yang terjadi
Aku juga masih punya hati untuk sekedar menerimamu masuk ke rumah ini
Tapi maaf, jika kau meminta 'maaf' mungkin sulit untuk meng-'iya'-kan
Kau datang begitu saja kan tanpa permisi tanpa salam hangat, tiba-tiba kau sudah duduk manis di bangku
Kau mengisi percakapan dengan baik, membawa orang mengikuti alurmu, disudut lain aku tersenyum bahkan sedikit bangga
Kau berpamitan dengan orang di rumah tapi bukan aku
Apa itu yang tujuanmu? Apa itu yang kau cari di rumahku? Apa itu?
Enak nian hidupmu, aku saja tak habis pikir
'ini toh orang yang selalu kau banggakan? Ini toh orang yang selalu membuatmu melambung tinggi? Ini?' orang-orang menanyakannya
Kau tau? Aku jawab 'dia selalu membuatku bahagia' hmmm? aku berusaha menutup mata dan telingaku, aku percaya padamu
Apa? Sekarang apa?
Dari hal kecil pun bisa membuat orang seperti ini

posted from Bloggeroid

23 Juni 2012

pemikiran anak jaman sekarang

"nilaimu gimana?"
"aku masuk 10 besar lho"
"rata-ratamu berapa?"
"aku cuma 82,15 kok"
"enak ya, aku cuma 80,95"
"kalian hebat bisa masuk 10 besar"
berbagai pertanyaan dan jawaban yang menyenangkan keluar dari mulut-mulut remaja yang mendapatkan nilai yang memuaskan. namun disana pula ada perdebatan tentang sebuah nilai sempurna. nilai yang banyak didapat oleh mereka yang 'berusaha'. ada berbagai definisi dari berusaha disini. banyak diantaranya yang sedikit berbeda. namun perbedaan itu yang membawa hasil lebih baik.
berusaha sesuai dengan kemampuannya sendiri. hanya segelintir orang yang melakukannya dengan benar dan jujur. disini setiap orang akan menapaki tahap demi tahap untuk mencapai hasil yang memuaskan tersebut. setiap proses akan mereka jalani dengan hati-hati dan penuh ketelitian. untuk mencapai hasil yang maksimal memang membutuhkan proses yang panjang. semua berawal dari bawah, dari akar, dari nol. orang-orang inilah yang akan maju, akan memimpin. mereka berpikir proses yang baik akan menghasilkan yang memuaskan. namun perlu disadari juga bahwa di luar sana lebih banyak orang yang menginginkan hasil, bukan proses.
berusaha dengan menitikberatkan pada hasil. hasil yang maksimal yang selalu menjadi tujuan utama mereka. entah itu dengan proses yang lebih rumit atau yang lebih mudah. kebanyakan dari mereka memilih untuk menggunakan proses yang lebih mudah, lebih praktis, dan hasilnya tepat pada sasaran. jarang dari mereka yang melihat efek dari proses yang lebih mudah itu. naas sekali jika mereka tidak memikirkannya, tapi setiap tindakan mereka pasti akan ada konsekuensi, entah itu sekarang atau nanti.
apakah sesuatu harus diukur dengan nilai?
apakah sesuatu harus diukur dengan angka atau tulisan?
nilai, angka, dan tulisan dibutuhkan untuk mengukur sesuatu tersebut. entah itu baik atau buruk, yang mereka -nilai, angka, dan tulisan- paparkan adalah hasil akhir, bukan proses.
sekarang, pikirkan saja realitanya, dengan cara yang mudah seperti itu akan mendapatkan hasil yang maksimal, lalu untuk apa berusaha setiap hari jika hasilnya sama atau tidak lebih baik dari cara tersebut?
lalu untuk apa menjalani proses yang sulit dan penuh ketelitian? menghabiskan terlalu banyak waktu untuknya, lebih baik dengan cara yang lebih mudah saja. how?

16 Juni 2012

16 06 12

sesuatu yang hilang akan terlupa saat menemukan pengganti (?)
sayang, apakah kau kehilangan sesuatu?
sayang, apakah kau sudah menemukannya?
coba kau tanyakan itu padaku....
aku merasa sepi, tak bersemangat, waktu berjalan lambat....
aku ingin mencarinya....
bisakah kau bantu aku? hanya sebentar
datang dan rengkuh aku satu detik, lepaskan, dan diam
dengan begitu aku bisa menemukannya....

22.53, solo

14 Juni 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 8

Malam yang dingin, Nina, Rahma, Farah, dan Rio -pacar Rahma- menikmati makan malam di cafe yang biasa mereka kunjungi. Saat tengah menikmati makanan mereka, handphone Nina tiba-tiba berbunyi, ada SMS masuk. Nina mengambil handphonenya dan terdiam sejenak.
"Dari siapa Nin?" tanya Farah.
"Dari Andra", jawab Nina lesu.
"Andra siapa ay?" tanya Rio kepada Rahma.
"Temen deketnya Nina", jawab Rahma dengan sedikit penjelasan.
"Kenapa? Tumben dia SMS", caci Farah.
"Tanya besok bisa maen nggak".
"Kamu jawab apa?" tanya Rahma.
"Nggak bisa, aku ngurusin acara OSIS".
"Yah kok gitu sih", sesal Rahma. "Harusnya kamu tanya dulu mau kemana", nasihat Rahma.
"Tauk ah, penting dibales," jawab Nina asal sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Serah deh, penting kamu nggak kayak kemaren lagi", kata Farah pasrah.
"I hope so", pinta Nina. Nina masih melanjutkan SMS sambil makan. Yang lain udah selesai makan, minuman Nina belum habis.
"Aku pulang dulu ya, udah disuruh pulang", pamit Rahma sambil mengambil tas.
"Aku anterin ya ay", pinta Rio.
"Nggak usah, aku bisa sendiri. Kasian kamu, besok masih sekolah kan?" kata Rahma menenangkan.
"Tapi bener kamu nggak papa? Ini udah malem lho", tanya Rio untuk kedua kalinya.
"Beneran ay nggak papa. Kamu pulang aja", pinta Rahma sopan.
"Udah sana anak kecil pulang dulu, nanti dimarahin mama", ledek Nina.
"Hahaha, udah sana cepet pulang. Cuci kaki tangan sebelum tidur ya", Farah ikut meledek.
"Sialan, aku disini kayak anak kecil!" umpat Rahma. "Aku pulang ya nak", pamit Rahma ke pada Farah dan Nina. Rio mengikuti Rahma dari belakang.
"Iya anak kecil, ati-ati yah. Rio ati-ati", jawab Nina dan Farah kompak.
"Y", sahut Rahma kesal.
"Pulang yuk Rah, udah malem nih, udah ngantuk", ajak Nina.
"Iya bentar, aku bales SMS dulu ya", pinta Farah. Lama dia diam dengan handphone di tangannya.
"Eh Nin, kamu keliatan lebih feminim deh pake baju ini", kata Farah sambil mengamati Nina.
"Haha, ini baju mamaku lho, jarang dipake, ya udah aku pake aja", jawab Nina asal, tapi emang itu yang sebenarnya.
"Tapi tetep cantik kok. Kamu tiap hari pake o kayak gini, biar banyak cowok yang deketi kamu", nasihat Farah.
"Hallah, nggak ngaruh yo. Udah ah, pulang yuk, lama-lama malah aku bisa curhat ke kamu", pinta Nina sambil berdiri.
"Bentar! Kamu mau curhat apa? Bilang dulu!" kata Farah sambil menarik Nina duduk lagi.
"Emmm aku bingung nih. Besok kan Andra ulang tahun, aku mau jadi orang pertama yang ngucapin, tapi kok aneh ya. Gimana nih?" tanya Nina.
"Terserah sih, tapi kalo aku jadi orang terakhir yang ngucapin", jawab Farah diplomatis.
"Lhoh kok gitu?" Nina keheranan.
"Dulu, mas Rizal ngucapin selamat ulang tahun ke aku itu yang terakhir. Aku tahu maksudnya biar aku gampang lupain dia dan itu berhasil", jelas Farah.
"Oh, ya ntar aku pikirin lagi deh", putus Nina.
"Ya udah, yang penting kamu jangan terlalu deh sama dia, jangan terlalu suka atau cinta ntar kasian jatuhnya sakit" Farah memberi nasihat.
"Gini aja udah sakit kok", batin Nina.
"Yuk pulang", ajak Farah.
"Yuk".

:')

"Dimana?", tanya Nina kepada Rahma via telepon selular.
"Kantin", jawab di seberang sana.
"Oke. Aku kesana", jawab Nina singkat lalu mematikan teleponnya.
Sesampainya di kantin, Farah, Rahma, dan Vania tengah menikmati sarapan mereka. Nina mengambil bangku dan duduk di dekat mereka.
"Gimana kemaren?", tanya Rahma.
"Kemaren? Kamu kemana?", tanya Vania.
"Ke ultahnya Andra", sahut Rahma.
"Biasa aja sih, nggak ada yang penting", sahut Nina sambil mencomot makanan Farah.
"Heh! Aku belum makan ya!? Laper nih", bentak Farah. Nina tak peduli dengan bentakan Farah.
"Kemaren dia jemput aku di sekolah, kemaren sore aku kesini buat ngambil contoh ijin", jelas Nina.
"Terus kamu ngucapin nggak", tanya Farah sambil makan.
"He em. Jam 10 lebih aku baru ngucapin".
"Dia bales apa?" tanya Vania yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Nggak tau, aku lupa. Dia bilang 'kita jalan sebagai sahabat aja ya, nggak enak nanti ada gosip'", jawab Nina asal-asalan.
"APA?", kata Vania, Rahma, dan Farah bersamaan.
"Kita jalan sebagai sahabat aja ya", ulang Nina dengan hati-hati.
"Apaan tuh, cuma kayak gitu", caci Vania.
"Lha iya, bilang aja nggak mau!" sahut Nina kesal.
"Udahlah Nin, mending jadi temen", kata Farah kalem.
"Lalu apa maksudnya dia selama ini? Apa? Give me reason!" pinta Nina.
"Setuju!" sela Rahma.

Kadang orang yang memberikan kita perhatian lebih, kita anggap suka. Kadang orang yang kita anggap biasa saja, bisa jadi dia orang yang memperhatikan kita diam-diam. Maaf jika Anda merasa tidak puas, saya hanya mengungkapkan sebagian dari cerita indah ini. Cerita ini masih berlanjut selama masih ada cinta yang menaungi kehidupan. Sepenggal cerita tersebut yang mengajarkan saya untuk sedikit peduli dengan sesuatu.

13 Juni 2012

unexpected word

bapak pulang dari rapat di tetangga sebelah rumah. ibu nonton TV acara kesukaannya, sinetron :| bapak ikut bergabung. aku nonton film membelakangi mereka.
'dari mana?' ibu
'rapat itu anaknya pak Basuki mau nikah' bapak
'anak yang mana? kan masih kecil semua' ibu
'Dhani itu lho' bapak
'HA? kan baru lulus taun ini bapak?' saking tak percayanya suaraku keras banget. bayangin aja, dia baru lulus taun ini, udah nikah!!! pikirkan !
'ya nggak papa to, apa kamu juga mau? bapak kan jadi nggak tanggungan lagi' jahat banget ya bapak ini
'calonnya orang mana?' ibu
'wonogiri' bapak
'ogah!' secepat kilat kujawab
'lho lha kenapa? kan udah punya pacar toh?' pacar? dari mana? baru sekali jalan sama cowok aja udah dikirain punya pacar, haduh :'
'ndak, ndak punya bapak' gimana mau punya bapak, calon pacar aja ndak punya eh salah udah ada ding tapi malah pergi lagi *lhah*
'nanti kalau jadi perawan tua kayak ibu mu gimana?' perawan tua? emang 27 taun belum nikah itu udah jadi perawan tua apa? hei, ini udah jaman modern brooo
'yo nggak papa perawan tua, yang penting kaya' asal jawab dan sudah berakhir perdebatan ini.

haduh...
18 tahun menikah? mikir lagi deh, 18 tahun!masih muda, kehidupan masih panjang, masih bisa lanjutin sekolah, masih bisa maen kemana-mana. lhah ini NIKAH? please, tolong! tapi ya sudahlah itu jalan yang ia pilih, dan saya tidak mau mengikutinya.

tak mau mengikutinya?
iyalah, kehidupanku masih panjang, aku masih mau kuliah, cari kerja, impianku masih banyak sebelum hidup berumahtangga. hidup dengan orang yang belum kita kenal dan harus berkomitmen apapun yang terjadi dia adalah suami kita, yang harus dilayani, tidak boleh membangkang, dan harus mengikuti kata-katanya. sulit untukku memikirkan seperti itu dan yang pasti aku tidak mau cepat-cepat menikah.

kapan mau menikah?
masih lama tuh, yang pasti kalau udah lulus kuliah, dapet kerja, dan punya mobil. ya kira-kira 27 tahun lah.

lalu, jika kamu dapet mobil umur 40 tahun gimana? kalau pun nanti kamu udah punya mobil, cowok itu akan segan deketin kamu lho.
ya bukan aku, paling enggak salah satu dari kita sih. sekarang gini lho, 10 tahun lagi pikiran orang tu udah berkembang udah beda jauh dari sekarang, mereka pasti bisa ngertilah.

jika nanti ada yang melamarmu saat umur 18 tahun gimana?
nggak papa, bersyukur malah. tapi soal diterima ato enggak itu emmm kalo udah mapan sih nggak papa, tapi kalo umurnya beda jauh aku nggak mau. mending nunggu yang lain aja, biar sama-sama siap.

kutemukan jawabannya

Harus senangkah atau sedih atau tertawa atau bahkan menangis
Hei, aku manusia masih punya perasaan untuk merasakan semua yang terjadi
Aku juga masih punya hati untuk sekedar menerimamu masuk ke rumah ini
Tapi maaf, jika kau meminta 'maaf' mungkin sulit untuk meng-'iya'-kan
Kau datang begitu saja kan tanpa permisi tanpa salam hangat, tiba-tiba kau sudah duduk manis di bangku
Kau mengisi percakapan dengan baik, membawa orang mengikuti alurmu, disudut lain aku tersenyum bahkan sedikit bangga
Kau berpamitan dengan orang di rumah tapi bukan aku
Apa itu yang tujuanmu? Apa itu yang kau cari di rumahku? Apa itu?
Enak nian hidupmu, aku saja tak habis pikir
'ini toh orang yang selalu kau banggakan? Ini toh orang yang selalu membuatmu melambung tinggi? Ini?' orang-orang menanyakannya
Kau tau? Aku jawab 'dia selalu membuatku bahagia' hmmm? aku berusaha menutup mata dan telingaku, aku percaya padamu
Apa? Sekarang apa?
Dari hal kecil pun bisa membuat orang seperti ini

posted from Bloggeroid

09 Juni 2012

untitle aja deh

saat nulis ini emmm aku juga bingung mau nulis apa, tapi dikit dikit aja yah, maaf kalau nanti agak nggak nyambung

hari ini tu rasanya mau nangis, marah, pengen melenyapkan diri -kalo bisa- huh! terima kasih Tuhan, aku dari kemaren belum ada yang remedi di mapel IPA . tapi sekarang apaaaaa ?? aku remidi !! dan kalian tau apa, KIMIA !! sumpah kalo bisa lulus dengan menangis aku bakal nagis di depan gurunya langsung ! beberapa jam setelah pengumuman mood ku berubah drastis , dan sangat tak mendukung . temenku yang mulai ngajak aku bicara perlahan dan rasa lapar yang menyerang , hehe kalo soal perut jangan ditanya.... sampai malam ini mood ku masih agak aneh, makan aja aku sebenernya males, tapi gara-gara lapar (lagi) jadi makan deh, dikit sih

ini malam apa yah? ummh malam minggu ? bukan, sabtu malam *khusus jomblo* haha, iyalah kalo jomblo itu malam apapun tetep sama. tetep biasa aja tanpa ada yang special #kodekenceng HAHAH

mikir nih soal kemaren pas crita-crita, ya ampun ya , nggak habis pikir kok bisa kayak gitu . aku dari dulu tu juga mikir semuanya lelucon , just for fun ! hei, aku masih punya hati maaaaaaas ! udahlah mi, lanjutkan hidupmu . kamu bisa hidup tanpa dia .

"katanya sih dulu dia penasaran sama kamu, tapi katanya ************ dia suka sama kamu . yang bener yang mana sih ? aku jadi bingung sendiri gini"

oalah, dia kayak gini cuma penasaran doang to ? kirain beneran.....

"emang kalo beneran gimana ?"

beneran ? nggak tau , aku kan pernah bilang kalo ini tu.... gimana ya aku bingung, pokoknya nggak sekarang lah . masih jauh juga planku buat seperti itu .

"lha terus mau kapan ? "

entah , aku belum bisa yo . sekarang kamu pikir aja , kalo kamu jadi aku , dia yang memulai dia juga yang mengakhiri ? how ? enak nggak rasanya ? nggak akan ada yang enak !

well, sudah cukup belum sih aku kayak gini karna dia ? toh dia juga nggak bakal tau kan ? sedih banget nggak sih , punya rasa tapi nggak bisa ngungkapinnya secara gamblang ? pengeeeeeen banget suatu saat bisa ungkapin segalanya di depan dia -walau imposible- biar plong semuanya , biar nggak ada beban disini

08 Juni 2012

kebetulan atau jodoh ?

Saya, Rino Umi Kharomah cewek yang sudah 17 tahun hidup di dunia ini. Cewek yang kata mereka cuek setengah mati ! Terutama soal cowok ! Tapi kalo dipikir-pikir biasa aja kok, kan masih remaja. Kecuali kalo umurku udah 25 ke atas.

Aku mau cerita soal cowok nih. Emmm iya cowok. Jangan kaget heran ato semacam aneh ya, tapi ini bener soal cowok lho. The real man!

Cowok pertama. Dulu, pertama kali aku kenal yang namanya cowok dan 'butuh' mengenal seorang cowok. Ini pas kelas 1 SMP semester akhir. Kalian pikir 'ini apaan sih, anak SMP udah kayak gini'. Yaaaa itulah kenyataannya sayang. Dia anak kelas sebelah. Inisialnya D. Dia tinggi, putih, ganteng (dari jauh), pokoknya badannya itu atletis banget ! Aku pertama liat dia tu suka, 'wah, ni anak ganteng juga yak'. Nah, aku cerita-cerita tu ma anak-anak. Aku dibantuin cari nomor HPnya dia. Pokoknya aku dikasih tau semua hal tentang dia lah. Aku mulai sms, eh dia ngerespon. Dia tanya-tanya gitulah. Akhirnya aku kasih tau aja deh. Dia ternyata juga tau aku, SEBATAS tau aja. UKK di depan mata, aku bener-bener lost contact sama dia. UKK selesai, remedi selesai, pembagian hasil. Nah ini ini, liburan udah selesai. Eh belum ding, masih dua ato tiga hari gitu. Hari itu pembagian kelas baru. Aku bilang ke temen-temen ato nggak ya :/ kayak e iya deh. 'Kalo sekelas ya jodoh, kali enggak ya udah, tapi semoga jangan sekelas deh' ' lhoh kenapa?' 'nggak tau, pokoknya nggak usah lah'. Aku dapet kelas D lagi :(. Kenapa sedih ? Ya iyalah, masa dua tahun disini mulu ! Pembagian selesai, saatnya pulaaaaang. Eh, ada sms. Dari siapa yaaa. Open. Jengjeng, dari dia! 'dapet kelas mana?' 'kelas D, kamu ?' 'aku juga kelas D' oh my God ! ya ampun ! masyaAllah ! omonganku kejadian :x bodoh banget sih aku! Terkutuklah kau Umi! Ya sudahlah, jalani aja dulu. Hari pertama masuk sih biasa aja ya, nothing. Ngatur para pengurus kelas, dia jadi bendahara :O bayar kas tiap hari sabtu. Hari sabtu, anak-anak udah pada bayar. Nah, aku belum. Pas istirahat, aku bayar. 'nih, uang kasnya, udah lunas kan?' yes, gue udah bayar. Tapi aku tadi nggak liat matanya :( . Pulang sekolah, pas udah sampai di rumah, aku sms dia 'maaf ya, tadi aku agak bentak' 'iya, nggak papa kok' hufft. Temen sekelasnya dia dulu jadi temen deketku juga, aku cerita-cerita tentang dia. Temenku itu nyuruh aku bilang ke dia kalo aku suka. Ya nanti aku bilang kok. Beberapa hari setelahnya, aku sama temen-temen yang laen maen bareng. Aku pinjem tu HPnya temenku itu, aku baca sms, eh ada smsnya dia, aku buka. Ding! Dia cerita tentang aku ke temenku ini! Duh gimana nih :"( . Beberapa hari aku mikir, sebaiknya bilang ke dia nggak ya :/ dan akhirnya aku bilang ! Walau cuma sms sih, tapi nggak papa ding. 'aku sebenernya suka sama kamu' 'oh ya ? aku nggak nyangka lho' 'tapi aku nggak maksud nembak kamu lho' 'ya udah, semoga kamu dapet yang lebih baik dari aku ya' 'aku harap juga gitu'. Selesai ! Sampai disitulah kita, menjalani satu tahun di kelas dua dengan kecanggungan.

Sudah sudah. Lupakan masa lalu, tatap masa depan :D lanjut !

Cowok kedua. Dia tetangga aku. Aku kenal dia pas kenaikan ke kelas dua. Dia kelas 1SMA. Inisialnya D (lagi). Awal kenal sih biasa aja. Malah dia yang suka bikin gara-gara sama temenku. Dari temenku merembet ke aku, ckck ki ngopo to ? ! Dari masalah kecilpun kita jadiin bahan pertengkaran *duh males banget. Kayak gini berlangsung lama lho, hampir setaunan o. Tapi kok aneh ya, dia sekarang jarang marah-marah nggak jelas lagi. Eits ini malah sms sekarang. Bingung nih :~ . Aku tanya ke temenku yang suka dibuat kesel sama dia 'kok dia sms aku ya' 'tau tu, kemaren minta nomormu' 'oalah, tak kira ada apa-apa. tiwas was-was nih' 'udahlah nggak papa lagi, santai aja' ya udah aku buat santai aja. Aku tanggepin semua leluconnya dia, kadang juga tanya 'pacarmu siapa sih?' aku bilang nggak punya, iya lah aku emang ndak punya. Masih sms terus, ketemu juga berantem terus, pokoknya seperti biasanya lah. Tiba-tiba dia sms 'rin, mau jadi pacarku?' DEG! Aku nggak berani bales, sampai besoknya aku nggak berani bales. 'kok nggak bales to?' 'aku sibuk' 'bohong ?!' 'beneran, aku ini sibuk les' aku beneran sibuk les, kan aku kelas tiga, mau ujian, tiap hari les. Aku bilang ke temenku yang juga tetangganya dia kalo kemaren dia nembak aku. Temenku kaget sih, tapi cuma dikit katanya. Dia malah bilang gini 'dia tu kemaren udah bilang ke aku kalo dia suka kamu, terus aku pinjem HPnya dia, aku buka-buka. Eh ada fotomu ! Yah, dia udah tergila-gila sama kamu kali'. Ujian selesai. Pengangguran deh :' Dia sms lagi. Duh, gimana nih. Aku harus bales gimana ???!!!! Pikir pikir pikir. 'aku nggak bisa jadi pacarmu' 'kenapa ?' 'aku belum siap' dia sms lagi dan lagi. Bahkan sampe telfon! Cuma buat tanya 'kamu mau nggak jadu pacarku' ! Aku capek dan merasa terganggu. Aku pindah! Ke rumahku yang sekarang. Heran? Ortu punya rumah dua, jadi bebas mau tinggal dimana. Selama aku disini, aku sama sekali nggak kontak dia. Nomorku ganti dia nggak aku kasih tau. Dia bahkan tanya-tanya ke adikku juga. Untung adikku udah aku kasih tau buat nggak bilang nomorku ke dia. Tapi malangnya nasibku, dia akhirnya tau :'( :'( tauk tu dari mana dia dapet. Dia mulai lagi deh sms, kadang-kadang malah telfon. Aku nggak peduli. Terserah dia mau gimana, aku emang nggak suka sama dia. Cinta kan nggak bisa dipaksain. Tepat pas ultahku kemaren aku ganti nomor, aku nggak kasih tau dia lah, biar hidupku tentram ! Beberapa hari lalu, aku dapet undangan karang taruna dari rumahku yang dulu. Kok bisa ya aku dapet, kan udah lama aku nggak disana. Emmm ya udahlah, aku berangkat aja, daripada di rumah suwung. Eh, ketemu dia lagi, hehe. Lucu juga sih lama nggak ketemu. Kangen? Nggak! Udah lupa. Dia nyamperin aku. 'eeeh bentar' aku tarik dia mendekat, kayaknya aku kenal parfum ini deh, batinku. OMG ! Tulung ya !? Parfumnya sama kayak parfum cowok ketiga ! Apa-apaan sih ni. 'napa sih' 'tak apa, udah pergi sana !' 'yeeee gitu amat sih. mintak nomormu dulu dong' 'apa? ni nomor absenku 21' 'bukan! nomor HP lah!' 'buat apaan sih? nomor sepatu aja, ato nomor baju? emm ato nomor celana juga bisa kok' 'bukaaaan' duh males gilak, dia duduk di sebelahku sampai acara selesai. Selama dia duduk di sebelahku aku bisa cium bau parfumnya. Ya Allah, tolonglah hambaMu ini yang teringat dengan seseorang :'(. Dia dari tadi ngoceh nggak jelas, jadi nggak aku tanggepin. Terserah deh. Aku langsung pergi aja. Sampai sekarang mungkin dia masih suka deh, tapi mau gimana lagi, aku tu nggak suka yo. Sampai akhirnya dia mention aku di twitter. Buat apa? buat apa lagi kalo nggak tanya pertanyaan yang dari dulu tak terjawabkan.

Sebenernya aku kasihan sih sama dia, tapi aku nggak mau dia jadi terobsesi dengan semua ini. Lebih baik aku ngejauhin dia daripada dia jadi lebih parah. Puas nggak ceritanya? Kalo nggak tanya aku langsung aja. Ntar aku ceritain lengkap, selengkap-lengkapnya ! Kalo lagi mood lho ya... Lanjut !

Cowok ketiga. Temen sekelas. Kelas 2 SMA. Baru kenal taun ini aku, padahal di SMA udah setaun lebih lho. Akunya yang terlalu culun apa dianya yang nggak pernah keluar. Ampe heran aku, pertama masuk kelas 2 aku cuma kenal anak dari kelas ku dulu yo. Inisialnya D (lagilagi). Kami, kami jarehaha, memulaibukan, dia yang muai kok. Dia dulu yang deketin, ngajak maen, sms, pokoknya dia semua lah. Sebelumnya aku biasa-biasa aja lah, namanya juga temen sekelas. Eh temen-temen malah pada bilang 'kamu jadian aja sama dia, kalian tu cocok yo' cocok apanyaaaa? Nggak nggak, lupakan lah, toh kami juga biasa aja. Tapiiiii, salah ! Dia malah ngajak makan berdua. Aku sih biasa aja, mau ngapain lagi ? Jalani saja. Kaget lho pas dia beneran nyamperin ke rumah. Sampai di tempat makanpun aku masih nggak percaya. Tapi, ooooh so sweat sekali dia... kasih coklat :$ Aku bilang ke temen-temen deket aku kalo dia gini-gini. Hari itu dia ultah, dia ngajak aku sama temen-temen kelas buat makan-makan. Dia jemput aku. Jemput di sekolah gara-gara kesibukkanku. Mau nggak mau aku naik motor sendiri, kalo nggak motorku mau taroh mana ? aku ke sekolah selalu naik motor. Entah perasaanku ato emang bener ada rona kekecewaan dimatanya. Selesai. Pulang. Aku baru ngucapin jam 10an kayaknya. Aku tadinya rencana jadi orang pertama yang ngucapin, tapi nggak jadi. Kenapa ? emmm karena sehari sebelumnya aku nemuin beberapa hal yang menurutku membuatku tak bisa seperti ini terus, aku harus berhenti sekarang atau aku lanjut dengan resiko besar. 'kita jalan sebagai sahabat aja ya mi' dia bilang gitu setelah aku ngucapin. Nyesek ? No ! Sehari setelahnya iya ! Bodoh banget nggak aku ? 'IYA, udah jelas-jelas dia suka kamu nanggepinnya biasa aja' temen-temen bilang gitu. Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Sebulan dia nggak sms *nggagas men*. Awal bulan lalu dia ngajak makan lagi. Makan ? kenapa kamu nggak bilang "nge-date" ? apa ? nge-date ? aku nggak berani mikir kayak gitu, terlalu jauh. Jauh? please ya mi, udah jelas maksudnya dia selama ini ! Itupun gara-gara kejadian di depan kelas. Coba kalo enggak, mesti nggak akan. Ya udah ayo. Sehari sebelum tes, 'aku disini mau minta maaf sama kalian semua, terutama sama umi' maksud e opo cobo? Sampun sampun. Nah tadi tadi, aku cerita-cerita sama temen sekelasku yang biasanya tempat curhat dia. WOW! Gila gila gila parah parah parah !!!!! Dari pertama dia ngajak jalan sampe yang terakhir. Dari dia cemburu gara-gara lelucon konyol. Pokoknya.... Duh duh. Dan jika sekarang ada yang tanya 'gimana hubunganmu sama dia?' aku cuma bisa jawab 'nggak ada hubungan apapun, kita temen :)' nggak percaya ? Sama ! Aku juga nggak percaya aku akan bisa bilang gitu *sediiiih*

Itu ceritaku, apa ceritamu ? :D

posted from Bloggeroid

01 Juni 2012

Friday, June 1,2012

Entah mengapa pagi ini langit tertutup awan mendung. Udara kemalasan terhembus kencang. Sekolah masih tetep jalan, berjalan sangat baik, pulang pagi pula. Buka jejaring sosial juga biasa aja. Malah lebih seru dibanding biasanya
Nah, semua terjawab setelah istirahat pertama. Wali kelas masuk ke kelas. Anak-anak pada bingung pasti, nggak ada jadwal pelajarannya malah masuk kelas. Setelah bicara lama, eh ternyata ini hari terakhir kami duduk di kelas XI. Kaget banget dibilangin kayak gitu. Nggak kerasa sih setaun udah bareng-bareng. Sebelum keluar kelas, bapak wali kelas mimpin doa buat kesuksesan Ulangan Kenaikan Kelas besok pagi. Doa selesai. Anak-anak tos buat keberhasilan bersama. Baru mau ambil tas, eh pak ketua maju ke depan. Olala, mau bincang-bincang bentar. Bilang makasih, minta maaf, nyampein uneg-uneg, pokoknya semuanya deh diungkapin disini ampe minta bantuan (re: nirun) pas UKK besok. Jujur sedih banget harus pisah, tapi kami semua berdoa semoga besok kelas XII nggak akan dipisah lagi. Love you my classmates :* :* <3
Sore yang cerah. Matahari bersinar hangat di ufuk barat. Semoga sinar hangat sore di awal Juni ini akan bersambung ke hari berikutnya dan berikutnya dan selamanya.

posted from Bloggeroid

30 Mei 2012

perlahan hilang

sehari, aku bisa lewati dengan sangat baik
dua hari, aku bisa lewati dengan baik
tiga hari, aku lewati dengan kurang baik
empat hari, aku lewati dengan sedikit usaha
lima hari, aku lewati dengan usaha
enam hari, aku lewati dengan usaha keras
tujuh hari, aku lewati dengan usaha lebih keras
dan hari-hari selanjutnya, aku lewati dengan lebih dan lebih keras lagi
tanpa tenaga, hasrat, gairah yang membara setiap hari
semakin lama semakin berkurang, menguap tak terkendali
gersang, panas, kering

posted from Bloggeroid

27 Mei 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 7

Hari minggu sangat panas. Nina keluar rumah untuk pergi bersama Rahma, Vania, dan Hendi, pacar Vania. Mereka berkumpul di rumah Vania, rumah yang paling dekat dengan tempat spa yang akan mereka tuju.
Ketika Nina sampai di Vania, ternyata Rahma sudah lebih dahulu sampai. Rahma dan Vania sedang ngobrol di teras. Percakapan mereka berhenti ketuka Nina datang.
"Ayo masuk Nin", ajak Vania. Nina masuk dan duduk di sebelah Rahma.
"Ngomongin apaan sih? Kok kayaknya seru banget", tanya Nina penasaran.
"Ngomongin kamu", sahut Vania dengan wajah imut anak kecil dan disetujui oleh Rahma.
"Halah, apaan sih kalian. Kayak nggak ada topik lain yang lebih menarik aja", olok Nina.
"Ayo lah cerita, kemaren abis nge-date kaaaaan?" goda Rahma.
"Apa? Nge-date? Bukan! Cuma makan doang ya", elak Nina.
"Itu mah namanya nge-date sayang", kata Vania geram.
"Cie, Nina sekarang punya pacar", goda Hendi.
"Sssttttt", dengan mengibaskan tangannya. "Terserah kalian bilang apa, yang pasti aku cuma makan sama dia, titik."
"Iya iya, santai lho braa. Makan dimana sih?" tanya Vania.
"Di tempat makan biasa kok", kata Nina cuek.
"Lesehan kah? Atau restoran?" tanya Rahma.
"Lesehan kok", jawab Nina. "Aku juga dikasih coklat lho", lanjut Nina bangga.
"Apa iya? Wow, romantis banget tu orang", sahut Hendi.
"Yah begitulah anak-anak. Yuk berangkat!" ajak Nina.
"Yah, kagak seru banget sih", olok Rahma seraya berdiri. Vania dan Hendi segera menyusul menuju motor masing-masing.

posted from Bloggeroid

aku suka....

aku suka wajahmu
aku suka senyummu
aku suka suara renyahmu
aku suka tingkah lucumu
aku suka tawa lepasmu
aku suka harum tubuhmu
aku suka setiap kau memelukku
aku suka setiap kau melindungiku
aku suka caramu memandangku
aku suka caramu merayuku
aku suka caramu merajuk
aku suka caramu membimbingku
aku suka caramu memanjakanku
aku suka caramu berpenampilan
aku suka caramu meredakan tangisku
aku suka kamu

posted from Bloggeroid

24 Mei 2012

siang di tengah hujan

air hujan turun mengiringi tangis ini
tangisan untuk orang yang tak pernah menganggapku ada
orang yang mengabaikanku
walau aku berdiri di depannya

angin berhembus kencang
meruntuhkan dedaunan kering
bagai hati yang rontok karna terabaikan
begitu mudah jatuh karna rapuh
amat rapuh hingga jika tersentuh sedikit akan terurai
terpecah menjadi kepingan kecil
terbawa angin kencang yang berhembus
tak tau akan sampai kemana serpihan itu
terombang-ambing dalam pusarannya
tak tau kapan akan berhenti
jikalau berhenti
serpihan itu tak akan ada hanya di satu tempat
ada di berbagai tempat yang tak terduga

hampa terasa bagi jiwa yang ditinggalkan
tanpa esensi indah sedikitpun
tanpa esensi untuk memulai pencarian
membiarkan hampa hingga ada yang akan memberikan satu hati
utuh tanpa ada ruang lain

hal yang sulit dilakukan

Apalah maumu kasih
Kau pilih diriku di dalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bisa kau coba untuk setia

Sudah cukuplah sudah
Ku memberikan waktuku
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia

yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta

dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
jangan coba kau ingkari
cobalah untuk setia

Masih kah aku diinginkan
Masihkah aku di dambakan
Masih ada waktu bersamamu
Bersamamu akan kujalani hidup

familiar dengan kata-kata itu? ya, itu lirik lagu yang dibawakan Krisdayanti. udah lama banget, dulu tahun 2000an lah. lagu yang akhir-akhir ini terus terngiang di benak. aku tau betul lagu ini untuk siapa dan kenapa lagu ini terngiang di benak. kelihatan terdengar 'apaan ni, kagak mutu banget' memang di jaman ini sulit mendapatkannya. tapi apa salah seseorang menginginkannya? tak ada yang salah, setiap orang berhak memilih bagaimana ia bersikap untuk seseorang
setia itu tertuju hanya pada satu hal, mengabaikan semua hal yang dapat menghancurkannya
amat sulit melakukannya, apalagi terlalu banyak godaan di luar sana. namun kebanyakan orang, terutama wanita, lebih memilih menunggu orang yang setia daripada harus bersaing dengan mencari. itulah salah satu alasan mengapa banyak wanita yang memilih untuk sendiri daripada mencari
sama seperti halnya aku, menunggu untuk mendapatkan kesetiaanmu daripada menghabiskan waktuku dengan mencari kesana-kemari yang tak tentu mendapatkan hasil lebih dari yang kudapatkan darimu

per sa ha bat an

persahabatan...
antara aku denganmu dan aku dengan mereka
kau dan mereka yang kutemui
penasaran dengan satu hal
hal yang ingin diketahui semua orang
tentang canda tawa tangis sendu bersatu
kebersamaan dalam setiap keadaan yang ada
tanpa memandang siapa kau, siapa mereka
tanpa ingin tau bagaimana kau, bagaimana mereka
menutup setiap kekurangan dengan kelebihan
membuat perbedaan sebagai hiasan cantik
hanya ingin kau dan mereka disini
melewati setiap waktu bersama
berbagi setiap hal yang menyenangkan
menyelesaikan setiap masalah dengan solusi bersama

22 Mei 2012

pelajaran hari ini

Ingin menjadi apa jika kamu diberi kesempatan untuk memilih:
A. Pohon
B. Angin
C. Hujan
D. Daun

Aku tadi jawab angin, tak tau kenapa aku menjawab itu. Tapi setelah aku denger penjelasan dari semuanya, aku sadar kalo itulah diriku.

A. Pohon
Dia akan menetap di satu tempat. Dia tidak akan berpindah. Dia memberikan kesejukkan orang yang dinaunginya. Setiap hal yang menyentuhnya, hal itu akan membuatnya semakin kuat.
B. Angin
Dia menjelajahi semua tempat. Dia memberikan kesejukkan walau sesaat. Dia memberikan rasa dingin kala malam. Dia membawa setiap hal dan dia hentikan di sembarang tempat. Dia dapat menguatkan pohon. Dia datang sebelum hujan.
C. Hujan
Dia datang setelah petir. Dia datang dengan awan hitam. Dia anugerah saat kehampaan datang. Dia bencana jika terlalu lama. Di saat akhir, dia memberikan pelangi yang indah.
D. Daun
Dia mudah layu. Dia mudah jatuh jika tertiup angin. Dia rapuh. Tapi dia memberikan oksigen untuk bernafas. Dia membutuhkan pohon untuk hidup. Dia memberikan tanpa pamrih. Namun ada kalanya dia juga butuh oksigen.

Terima kasih Jwantoro :)

posted from Bloggeroid

19 Mei 2012

dulu... sekarang...

dulu 'dek' sekarang 'mbak'
dulu adik pendiem sekarang kakak galak
dulu pendiem sekarang cerewet
dulu rambut pendek sekarang rambut panjang
dulu kucir dua sekarang kucir satu
dulu naik sepeda sekarang naik motor
dulu selalu di rumah sekarang jarang di rumah
dulu maennya ke mall sekarang ke tempat olahraga
dulu gaptek sekarang sedikit ngerti
dulu gak pernah senyum sekarang sedikit senyum
dulu gak pernah foto sekarang maniak
dulu kurus sekarang agak gemuk
dulu cupu sekarang nakal
dulu sms bapak sekarang sms cowok
dulu sendiri sekarang berdua
dulu dan sekarang itu beda
dulu aku sekarang aku

18 Mei 2012

salah sangka

ku kira...
setelah kau datang lagi
setelah kau kembalikan senyumku lagi
setelah kau merengkuhku lagi
setelah kau beri aku kehangatan lagi
dan setelah yang telah kau berikan padaku
hingga aku tak ingin berpaling
kau lepas begitu saja
kau buang begitu saja
kau tinggal begitu saja
untuk mereka
mereka yang di masa lalu
mereka yang khianat
kau !
kecewa ...

posted from Bloggeroid

16 Mei 2012

amour

kata manismu masih melekat
terpatri indah di benak
janji indahmu masih terngiang
terekam manis di benak
tingkah lucumu masih terbayang
bergerak bebas di benak
namamu masih teringat
terukir dalam di hati
kau yang selalu
buatku tertawa hanya dengan melihat tingkah konyolmu
buatku salah tingkah hanya dengan dekat denganmu
buatku tersenyum hanya dengan mendengar namamu
buatku tak ingin jauh darimu
begitu besar yang kau pancarkan
sulit tuk menolak segala yang kau tawarkan
makhluk indah yang menarikku
dalam pesonamu

posted from Bloggeroid

vermogen

ku bukan orang hebat
ku bukan orang pintar
ku bukan orang terpandang
aku adalah aku
yang hanya bisa menulis untuk mengungkapkan sesuatu
emosi yang muncul
kebahagiaan
kesedihan
kemarahan
semua kucurahkan
lewat tulisan aku berbicara
tentang rasa yang mengusik
emosi yang memuncak
agar dapat tercurah
dan dimengerti oleh mereka
terima kasih Tuhan
Kau beri aku tangan untuk aku menulis
Kau beri aku hati untuk aku merasa
Kau beri aku mata untuk aku melihat
kata demi kata yang mengandung segala emosi jiwa

posted from Bloggeroid

15 Mei 2012

tipe ?

apa pendapat kalian jika:
"kenapa kamu gak milih dia?"
"dia bukan tipe aku"
what?
i think, bentar, tipe? emmm, menurutku tipe itu semacam syarat. yap, syarat. syarat untuk bisa diterima. why?
coba pikir deh, jika kamu nglamar pekerjaan dan kamu belum bisa diterima dan kamu tanya "kenapa saya tidak diterima?" mereka pasti jawab "karena anda belum memenuhi syarat" how?

12 Mei 2012

cerita aneh kehidupan lalu lalang

KUMPULAN KATA YANG TAK BERSKENARIO DALAM SINOPSIS DIMATA ANGINKAN PADA KAMU....

CERITA ANEH KEHIDUPAN LALU LALANG

Tergeliyang kata sebuah cerita
Tertitik dari tangisan tinta hitam yang kelam
Kepada putihnya selembaran tak berdosa
Meneteskan curahan hati yang berwujud cerita
Tentang....
Debu yang berlalu lalang
Terangkai satu rangkaian
Membentuk karangan cerita
Berawal dari perbedaan kasta
Sebuah perbedaan dalam maya
Yang menjadikan kejadian nyata
Ku tak pernah nyatakan cinta dalam tetesan tinta
Dalam selembaran yang tak berdosa
Teruslah ....
Berkarya meski itu sebuah drama
Ciptakanlah skenario darinya
Menjadikan sebuah kedustaan
Tak akan pernah ada
Kepercayaan dibaliknya
Selalu saja berkata
Dunia adalah permainanmu
Pernahkah kau berkhayal
Sebuah mimpi yang fiktif
Yang begitu indah
Yang berasal dari buunga
Yang menarik untuk aku menciumnya
Meratapi indahnya bunga
Tapi hanya bisa memandanginya dalam hidup
Tak pernah aku berharap untuk memetiknya
Hingga aku hanya terdiam didepannya
Tak ada gerak yang menggetarkan
Menggoyah, menggoda, merayu
Tetapi pada akhirnya aku mulai mengikuti rayaun manis
Disaat itu datanglah kupu-kupu kertas yang terbuat dari emas
Dan seketika bunga berhenti merayu berganti menggoda kupu itu
Hingga akhirnya aku sadar
Bunga itu hanya mencari selembaran tak bernyawa
Yang berikut serta dengan kilauan
Lalu aku melupakan segalanya
Menghapus memori lama
Terbangun dari mimpi
Mengikuti angin yang berhembus
Bertanya arah pada angin yang bergoyang
Kutuliskan mimpi itu dalam cerita yang tak bermakna
Abaikan apa adanya
Mengikuti arus air
Menuju ke samudra luas
Yang dimana itulah sebenarnya tujuan akhir
Meski mimpi itu selalu terlinang dalam tertumpa ini
Tapi sadarlah mimpi itu lebih penting dari sebuah cinta

karya Alifum Themonkey

11 Mei 2012

cinta

setiap orang memiliki persepsi sendiri tentang cinta
kata orang cinta itu bahagia
kata orang cinta itu kesedihan
kata orang cinta itu menyakitkan
kata orang cinta itu kesetiaan
kata orang cinta itu kepercayaan
kata orang cinta itu pengertian
I think,
cinta itu perbedaan
cinta itu saling mengerti
cinta itu kamu
dikatakan cinta jika kau ditanya "kenapa kamu mencintaiku?" maka kau hanya bisa diam, menatap matanya dalam, dan berkata "karenamu"

bahagia

bahagia itu Tuhan
bahagia itu orang tua
bahagia itu keluarga
bahagia itu teman
bahagia itu kepuasan
bahagia itu kebersamaan
bahagia itu sederhana :D

tak berujung

kadang, bukan, sering lebih tepatnya, aku berpikir apa yang kulakukan saat ini tidak sesuai. aku tak mengerti kenapa pikiranku seperti ini. membuatku tak bisa menerima. membuatku hanya memikirkan diri sendiri. tanpa mau tau apa yang mereka pikirkan tentangku. sangat egois? ya !!!
aku terlalu menganggap ini aneh
kata mereka seperti ini mahal
kata mereka terlalu mahal
harus bagaimana kumenyikapinya
kuteguhkan hati
mencoba satu langkah lebih awal
berhasil
keadaan memaksaku lagi
mereka melangkah dua kali lebih cepat
aku tertinggal
salah satu mengulurkan tangannya
kugapai, kukuatkan pegangan
berjalan perlahan
kakiku tertanam
tak bisa bergerak lebih
maukah seseorang itu menyeretku

09 Mei 2012

09.05.2012

istirahat pertama, 09.30, depan kelas XII IPA 4
gak tau kenapa ya, si luluk, nishada, nia dateng ke kelas. duduk di teras sama anak-anak lainnya. awalnya sih si rosyid yang diledekin gara-gara anak IPA2 itu, eh kok lama-lama jadi aku yang kena. oh no! tau tu kenapa anak-anak suka banget ngejekin aku, apa gara-gara tarik ulur yah :O *eh. kata nishada "makanya gengsi jangan gede-gede nikung galau deh". ya ampun say, aku juga gak mau gitu, tapi gimana lagi, keadaan braa.
anak-anak pada neriakin "dody, sini o, dicariin nih"
nah, anak ini malah keluar. duh, kalo bisa aku bakal pergi saat itu juga. dia langsung duduk di sampingku. aku mau pergi eh malah dipegangin anak-anak. alibi mau buang sampah eh malah dibuangin. aaaaaargh!
"dod, suka umi gak?"
"mi, suka dody gak"
haduh, dasar anak gak tau tata krama, kalo bicara seenaknya aja. bingung mau jawab apa, aku cuma coba buat pergi. tapi tetep aja dipegangin anak-anak. duh, jadi tambah ribut ini. mana tanganku udah dingin gini lagi, duh
banyak anak-anak yang ngrubung nih, malu banget tauk!
akhirnya aku terselamatkan dengan kedatangan pak Blog, horai!!!
satu jam pelajaran usai, aku keluar kelas bentar mau ke kamar mandi. pas sampe kelas, jengjeng, lucia duduk sama rosyid, nah aku gimana? ya udah deh pindah tempat lain aja. eh tempat yang kosong tinggal deketnya dody, terpaksa deh duduk situ. gurunya pergi bentar anak-anak mulai lagi, ampe ambil foto segala lagi, betapa menderitanya saya :'(
cukup sudah!!!
seneng gak? biasa aja
grogi gak? biasa aja tapi tangan jadi dingin gitu
tau gak sih, aku malu banget, oke lah kalo emang suka, tapi gak gitu juga kalik say :/
but, aku tetep harus bilang terima kasih karna kalian(anak kelas XI) udah buat sejarah baru di hidupku, mungkin ini akan jadi hal sekali seumur hidup yang aku rasain, thank you so much guys :*:*:*:*

april

lama deh aku gak buka kamu, kangen juga nih :$
gimana ya kabar blogku tersayang? semoga baik-baik saja tidak seperti yang punya *eh
banyak kejadian yang aku lalui ampe jarang banget post ke blog, terakhir post mungkin sebulan yang lalu, itupun kalo gak salah tebak. mau ceritaku selama sebulan kemarin gak? ada serunya juga sih, tapi banyak sedihnya *lhoh
awal bulan april, emmm biasa aja ding, saking biasanya aku sampe gak mau inget. kalian tau, waktu itu rasanya sakit banget!! gak tau kenapa kok kayak gitu, tapi udalah mending gak usah diinget-inget lagi, semua sudah berlalu, oke ;)
oh ya, waktu liburan karena kelas 3 pada ujian. aku sama temenku, Lucia, temen sebangkuku yang super duper sangat amat baik sekali. kita pulang dari les tambahan lanjut makan siang. dan disitulah aku amat sangat tercengang mendengar penuturan dia. mulai tentang aku dengan dia-you know- sampai seperti apa sih lucia sebenarnya. sedikit aku tersadar bahwa aku sebenarnya MULAI SADAR suka sama seseorang itu setelah cerita banyak ke dia. dia bilang dia ampe gemes liat aku sama someone yang itu. duh males banget kalo udah bicarain soal gituan. kenapa? buat apa aku denger sesuatu yang -maybe- tak kan pernah terjadi. yah aku akui aku emang sulit untuk percaya dengan keadaan, mau bagaimana lagi, inilah aku.
tengah bulan, ada acara di sekolah. kartinian!! tumben banget sekolah ngadain kayak gini. semua murid suruh pake baju adat lho, temanya 'smoepy fashionista' keren gak tu yang buat, maklum sie acara kan Ines. nah di acara itu aku yang paling polos (re: no makeup) dibanding anak OSIS lain. lah males banget o, masa' pagi-pagi harus ke salon, mana mahal lagi *hemat. dulu aku sama Lucia pernah bilang gini "aku besok pas kartinian pengen foto sama dia deh" nah, pas hari H malah kagak jadi. ya sudah, pendamlah dalam-dalam angan tersebut sayang :(
akhir bulan, 2 hari setelah 'smoepy fashionista' malah ada MID semester! wow banget kan?! sekolah gila bener kok. tapi kok ya dikit ya yang remed, duh pada belajar semua ya, rajin amat sih nak, ckck. aku remed fisika, haha wes langganan braa.
remed fisika, LANCAR!! iyolah, soal e wae persis plek !! keluar pertama *plokplok. (jengjeng) kenapa anak-anak pada disini? ada dia lagi, ugh, ini lagi bocah satu tanya hal yang paling gak penting sedunia. apa perlu semua hal yang kami-aku dan dia- diceritakan kepada semua orang? ya sudahlah, mereka juga udah tau, jadi gak perlu ditutup-tutupi lagi, gak guna.
pelajaran dimulai, pelajaran matematika jam ke 3 setelah olahraga!
"lus, jujur ya aku pertama kali masuk kelas ini aku tertarik sama *tiiiiit*"
"kok bisa sih mi?"
"gak tau, maybe karena fisiknya dia"
"oh, banyak juga kok yang bilang kalo badannya dia bagus""kalo aku sih tertarik sama *tiiiiit*"
"lhah? kok bisa sih? apa bagusnya dia coba?"
"dia tu manis yo mi, kata Anin aja dia ganteng, masa' kamu gak bisa bedain sih"
"haha, tauk ah""kan aku bilangnya DULU"
"berarti sekarang enggak dong"
"sekarang mah biasa aja, udah ada yang mengalihkannya sih" *eh

30 April 2012

pelampiasan

apa itu?
pelampiasan, menurutku keadaan dimana seseorang benar-benar merasa down dan menginginkan melakukan sesuatu untuk mengungkapkan emosinya
tidak sedikit orang yang melampiaskannya dalam hal positif, banyak pula yang melampiaskannya melalui menyakiti dirinya sendiri. saya termasuk orang, yang menurutku, menyakiti diri sendiri. mengapa? aku sulit mengatur semuanya saat emosiku sedang di tahap terendah. banyak orang berkata, 'jangan lakukan itu' tapi mau bagaimana lagi. inilah aku yang sebenarnya. daripada aku membohongi orang dengan berpura-pura bahagia di depannya, lebih baik aku seperti ini.
jika ada orang bertanya 'bagaimana kau bisa terlihat biasa-biasa saja?' aku tak tau jawabannya, tapi aku pikir masalah itu jangan terlalu dipikirkan. oke? susah sih, tapi itu yang kulakukan. doing simple life. prinsip yang slalu kutanaman.
jika aku sudah butuh pelampiasan, masalah itu sudah sangat pelik dan jika aku boleh dilahirkan kembali, aku tak ingin mengalaminya. but, its impossible!
masalah yang kerap dihadapi bisa membuat seseorang lebih kuat, baik jiwa maupun mentalnya. butuh mental yang kuat untuk bisa menjalani hidup yang lebih keras.
what about you?

posted from Bloggeroid

17 April 2012

?

aku masih bertanya-tanya
apa yang membuatmu seperti ini
memasuki kehidupanku
yang tenang dan tanpa gairah
apa yang sebenarnya kau lihat
dari seorang sepertiku
aku penasaran
ku ingin mengerti maksudmu
beri aku alasan yang logis
untuk bisa menerimamu di hidupku
menerimamu mengisi hari-hariku yang kosong

Jumat, 13 April 2012 pukul 09.30 WIB

posted from Bloggeroid

11 April 2012

tak dikenal

seorang wanita berkata
lelaki itu memandangimu lama
aku tanya untuk apa
wanita itu menjawab
merindukanmu mungkin
aku tergelak
tertawa tanpa sebab, menertawakan perkataan wanita itu
sesuatu yang tak mungkin lelaki itu lakukan
aku tidak kenal dia
aku tidak tau tentangnya
dia menyukaimu, kata wanita itu lagi
aku terhenyak
merenungi kata-kata wanita tersebut
jika iya, dia siapa
aku ingin tau
mengapa lelaki itu seperti itu
aku bertanya pada wanita itu
kau kenal dia
tidak, tanyalah sendiri kepadanya

07 April 2012

tujuan hati II

dia menoleh
ke arahku
diam menatapku lurus
ada arti yang tak bisa kubaca
disisiku terdapat pandangan aneh
mata itu memandang aku dan dia bergantian
ada kecurigaan dimatanya
bidadari itu tetap memandang ke depan
memandang dia yang menoleh
dia tetap bungkam
hanya tatapan mata yang tak bisa kuartikan
akan berjalan atau memalingkan muka
berharap temukan yang terbaik
tanpa ada penyesalan padanya

posted from Bloggeroid

05 April 2012

tujuan hati ini

disisiku ada seseorang yang setia menunggu
tak tau sudah berapa lama ia disitu
hingga ku tak sadar
tak mengerti apa yang mendasarinya
karna aku kah
di depan ada seseorang yang menyambut
dengan pesona indahnya
ia datang menghampiri
ia mengulurkan tangan
kusambut tangan itu
namun
tanganku tak sampai menjangkaunya
dia menjauh
ada apa dengannya
apakah seseorang disisi
ataukah bidadari cantik di seberang
tanganku terhempas
ia masih tetap disisiku
dia menghampiri bidadari
dia hanya diam
memandang bidadari
dia tak lagi menoleh
ku merasa sendiri
walau seseorang disisi
tapi entah mengapa
tanganku tak bisa menggenggamnya
aku berdiri sendiri
mencoba tetap di tempat
tanpa memandang seberang dan menengok
tidak adil memang
namun hanya ini yang kutapaki

posted from Bloggeroid

03 April 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 6

Tttttteeeeeeeeettttttttt
Istirahat pertama, Windy dan Nina turun ke bawah untuk membeli makanan ringan. Kelas mereka yang berada di lantai dua memaksa mereka untuk turun demi mengisi perut mereka. Ketika berada di kantin, Windy dan Nina bertemu dengan Rahma.
"Windy", sapa Rahma. Nina sedang membeli makanan.
"Iya Rahma", jawab Windy. "Kamu nggak jajan?".
"Tadi udah kok", jawab Rahma. "Eh tau nggak, besok Nina sama Andra mau jalan lho", Rahma memberi informasi.
"Apa iya?" tanya Windy kaget. "Kok kamu nggak cerita sama aku Nin?" tanya Windy kepada Nina yang baru selesai jajan, kontan Nina bingung dengan pertanyaan Windy.
"Kasih tau apa to?" Nina balik bertanya.
"Kamu jalan sama Andra besok".
"Oh itu. Nanti aku cerita lengkap deh", kata Nina kepada Windy. "Rahmaaaaaaa, kamu ngapain cerita-cerita?" tanya Nina dengan muka geram.
"Yeee, nggak papa lagi, toh nanti juga banyak yang tau kok", bela Rahma.
"Ngono yo oleh", jawab Nina sambil berbalik meninggalkan kantin, menghampiri Windy yang sudah meninggalkan kantin lebih dahulu.
Rahma memandang kepergian Nina dengan senyuman puas di bibirnya. Rahma sangat senang jika sahabatnya satu itu punya calon. Maklum Nina adalah orang yang paling sulit untuk didekati, apalagi oleh cowok. Rahma salut dengan Andra yang berhasil mendekati Nina.
Waktu istirahat pertama selesai. Siswa siswi memasuki kelas masing-masing dan duduk di bangkunya sambil menunggu guru datang.
"Jadi besok kamu jalan sama dia?" tanya Windy membuka percakapan.
"Iya, kemaren dia ngajak aku. Tapi cuma makan doang kok, nggak kemana-kemana lagi", jawab Nina.
"Ya bagus deh, berarti dia udah berani melangkah".
"Kok gitu?" tanya Nina heran.
"Menurutku dia itu terlalu takut buat memulai", terang Windy.
"Bentar-bentar", kata Nina sambil membetulkan posisi duduknya. "Kok kami bisa bilang gitu Win?"
"Dulu dia pernah tanya ke aku, katanya dia masih ragu-ragu. Apalagi liat kamu yang biasa-biasa aja", jelas Windy panjang lebar.
"Kapan dia tanya Win?" tanya Nina mulai tertarik dengan pembicaraan ini.
"Udah lama sih. Pas itu juga minta nomormu", jelas Windy.
"Emmm, minta nomorku? Kayaknya udah aku kasih tau deh", kata Nina sambil mengingat-ingat.
Windy mulai bercerita tentang percakapannya dengan Andra.

:)

Matahari masih tersenyum senang di tengah langit. Memancarkan sinarnya untuk menyinari bumi. Cerah cahayanya tak kalah dengan cerahnya hati Andra yang sedang jatuh cinta. Andra baru akan pulang saat ia bertemu Windy di koridor sekolah.
Ini udah sepi kenapa Windy masih belum pulang, pikir Andra. Ia berjalan mendekati Windy yang sedang duduk sendirian.
"Windy, ngapain disini sendiri?" tanya Andra sambil duduk disamping Windy.
"Andra, kok belum pulang? Lagi nunggu jemputan kok", sahut Windy.
"Iya nih, panas banget. Jadi males pulang", kata Andra sambil memandang ke lapangan basket yang terlihat sangat panas.
Kenapa aku nggak tanyak Windy aja ya, kan dia temen sebangkunya Nina, pasti dia tau banyak soal Nina, pikir Andra.
"Eh Win, Nina itu orangnya gimana sih?" tanya Andra to the point.
"Nina?" tanya Windy kaget. "Gimana apanya?" tanyanya lagi.
"Ya semuanya tentang dia".
"Semua?" Windy kaget mendengarnya. "Jujur kalau semua aku nggak tau, soalnya aku nggak terlalu deket sama dia".
Andra kaget mendengar jawaban Windy. Dia memandang Windy meminta penjelasan lebih.
"Aku tau kamu pasti heran kenapa aku jawab gitu. Tapi jujur, sampai sekarangpun aku belum bisa deket sama dia. Dia itu orangnya emang gitu, sulit dideketin dan sifatnya cuek gitu", jelas Windy dengan mata menerawang jauh.
"Emmm gitu ya?", kata Andra sambil mengangguk-angguk. "Tapi kalau aku deketin dia gimana?"
"Kamu deketin Nina? Buat apa?"
"Yah, kayaknya aku suka deh sama dia", jawab Andra malu-malu.
"Kok kayaknya? Masih ragu? Bingung antara Nina atau Fia?" tanya Windy yang membuat Andra kaget setengah mati.
"Kalau Fia aku nggak ada perasaan apa-apa. Tapi kalau Nina, yah kamu tau lah".
"Oalah", kata Windy dengan mulut membentuk huruf O. "Ya sudah, deketin aja dia", kata Windy memberi dukungan.
"Yang bener?" tanya Andra tak percaya.
"Iya nggak papa, aku dukung kamu kok", kata Windy sambil menepuk bahu Andra memberi dukungan.
"Oke, makasih ya Win", kata Andra sambil menjabat tangan Windy erat.
"Sama-sama. Tapi inget ya, jika nanti kamu sama dia, jangan pernah sakitin dia. Soalnya ini pertama buat dia dan aku nggak mau dia sakit", kata Windy memberi nasihat.
"Siap bos!" kata Andra sambil berdiri dengan semangat 45. "Aku pulang dulu ya", pamit Andra.
"Iya, ati-ati di jalan ya".

:)

"Gitu Nin ceritanya", kata Windy mengakhiri ceritanya.
"Emmm gitu ya? Aku kira dia cuma iseng aja, ternyata realitanya gini to", kata Nina mengambil kesimpulan.
"Aku lihat dia bener suka sama kamu kok", simpul Windy.
"Udah deh, itu masalah nanti", kata Nina acuh.
"Tapi Nin...." kata Windy.
"Udah, liat aja kelanjutan cerita kami", kata Nina menenangkan.
Pelajaran kembali dimulai. Nina larut dalam pikirannya soal Andra. Nina masih belum paham dengan apa yang dia alami saat ini. Kalut yang dia rasakan.

posted from Bloggeroid

01 April 2012

maret

Baru sadar beberapa menit lalu masuk bulan April. Cepet banget deh rasanya. Kayaknya baru kemaren aku ngerasa bahagia tapi sekarang sedih? Why? You, yes you. Because of you. Benar saya sudah MULAI untuk menyadarinya. Tapi ini sangat terlambat, yah karna kau tak sabar menanti. Sulit memang iya, apalagi memenangkan hati yang masih tertutup rapat.
Hei, jangan cerita sedih dong, yang senengseneng aja lah. Oke braaa :D
Awal merasa, bukan tapi memang senang. Saya tidak mau bohong dan tak ingin menjadi munafik. Saya baru pertama kali diajak makan berdua sama cowok. Memang terdengar aneh apalagi buat aku yang udah 17 tahun (tulung) tapi ini kenyataan. Dan baru anda yang bisa mengajak saya, fine, you got first chance. Congrat! Senang, bahagia, gugup, yap! Kalian tau lah apa yang aku rasa saat itu. Pengalaman yang wow, i think, sampai saat ini pun aku belum lupa. Tapi aku harap tak kan lupa, aku mau crita sama anak cucuku kalo dulu mama diajak makan sama cowok ke bla bla bla. Kan seru bisa cerita gitu ke anak cucu. Apalagi kalo suaminya...... Ehem, cukup!!!
Tengah bulan yang yah, menurutku penuh dengan kebimbangan. You know, emmm aku akui sebelumnya aku emang biasa aja tapi lamalama ya... You get it! Tementemen dukung bangetbanget, tapi akunya yang kayak gini jadi yah, udah deh ya. Dia mulai menjauh. Why? Aku akui itu salahku karna aku terlalu cuek. Tapi ada hikmahnya kok, santai aja deh ya. Give him a chance to find good girl more than me. Yes! He found his own girl. Thanks God, you make him happy.
Akhir. The end. My ending story. Can you guess what happend then? Kami, saya dan dia, not became a couple. Tapi kami jadi sahabat(semoga, amin), kaget? But we think, NO I think, aku belum saatnya untuk seperti ini dan aku belum siap untuk jatuh lebih dalam. Aku belum bisa memahami arti cinta, so I still single. Saat temanku menangis karena patah hati, aku masih menangis karena tanganku tergores pisau.
I wish April can make me fell better :D

posted from Bloggeroid

31 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 5

Sore hari yang cerah dengan sinar matahari yang menghangatkan. Nina duduk termenung di taman sekolah. Di depannya ada laptop yang ia nyalakan. Nina hanya menyalakan dan menyambungkannya ke internet melalui Wi-fi yang disediakan sekolah untuk muridnya.
Dalam diam Nina memikirkan sesuatu. Pikiran yang akhir-akhir ini terus menghantuinya. Nina juga tak tahu mengapa pikiran tersebut selalu ada di dalam otaknya. Hingga ia tak dapat tidur seperti biasanya, selalu saja lebih dari pukul 9.
Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang. "Hayo lagi ngapain? Mikirin aku ya?" tanya orang itu.
"Eh", ternyata Andra, "sok tau deh kamu", kata Nina.
"Terus kamu ngapain disini sendirian?" tanya Andra seraya mengambil posisi duduk di dekat Nina.
"Biarin, emang nggk boleh? Daripada di rumah sendirian".
"Yeee galak amat sih. Mikirin apaan sih? Kok keliatan serius banget?"
"Nggak tau. Ada yang ganggu pikiranku," curhat Nina.
"Apa? Cerita aja, nggak papa kok".
"Nggak kok. Nggak papa, nggak usah dipikirin", elak Nina.
Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Keheningan menyergap mereka berdua. Angin berhembus kencang menemani mereka.
"Nina, besok jalan yuk", ajak Andra.
"Ehm", kaget dengan ajakan Andra. "Besok? Besok kapan?"
"Besok sabtu. Mau nggak?"
"Sabtu? Bisa kayaknya. Jam berapa?"
Dalam hati Andra bersorak. Ajakannya diterima baik oleh Nina, ia makin bersemangat untuk mengajak Nina. "Jam 7 aku jemput ya?"
"Oh, oke. Aku tunggu".
"Yap, makasih ya. Ya udah aku pergi dulu, mau les", Andra bangkit dari duduk.
"Iya. Hati-hati di jalan ya, bye".
"Bye. Kamu juga cepet pulang. Udah sore lho", perintah Andra sambil mengusap lembut kepala Nina.
"Iya iya. Bawel amat sih. Udah sana", sambil mendorong Andra. Nina tersenyum setelah ditinggalkan Andra. Bergegas ia berkemas dan pulang. Masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
Nina tak sadar ada seseorang yang mengamatinya dari jauh. Orang itu juga tersenyum senang saat melihat Nina. Orang itu adalah Andra, senang sekali ajakannya disambut baik oleh orang yang disukainya.

:)

Tengah hari yang sangat panas. Siswa siswi berebut keluar kelas. Sesegera mereka pulang. Matahari sedang bersinar cerah, tanpa awan yang menghalau. Nina menuju ruang OSIS untuk mencari kesejukkan karena di ruang OSIS terdapat kipas angin yang dapat menyejukkan jiwa raga.
"Gimana kamu sama Andra?" tanya Rahma begitu Nina sampai di depan pintu OSIS.
"Emmm gimana ya", asal Nina menyahutinya.
"Halah, ayolah cerita", bujuk Rahma.
"Udalah Ma, jangan dipaksa gitu. Nanti dia juga cerita kok", kata Farah pasrah sambil melirik Nina. Nina tahu apa yang dimaksud Farah. Semua terdiam disibukkan oleh handphone mereka.
"Aku mau cerita", rajuk Nina.
"Tu kan, apa aku bilang", tebak Farah. Nina hanya tersenyum malu.
"Haha, udah cepet cerita", bujuk Rahma.
"Iya iya, santai napa bra", kata Nina, ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas. "Aku diajak jalan sama Andra".
"Ha? Apa iya", kata mereka berdua bebarengan.
"Iya, kenapa?" tanya Nina sambil melihat mereka satu-satu.
"Ye ye, Nina mau nge-date", sorak Rahma. Farah hanya tersenyum. Tiba-tiba Nisha, Qonita, dan Nia datang.
"Siapa yang mau nge-date?" tanya Nisha.
"Waaaaaa Nina punya pacar, yes yes", sorak Nisha.
"Wah, sekarang punya pacar len", kata Qonita sambil mencubit lengan Nina.
"Cieee Nina. Jangan lupa PJnya ya", kata Nia dengan suara keras.
"Hei! Aku tu cuma diajak makan doang, nggak seperti yang kalian bilang. Ini juga, deket aja belum kok malah minta PJ, ckck", kata Nina heran.
"Belum? Berarti akan dong, haha", kata Nisha dan yang lain mengangguk tanda setuju.
"Iya lah! Kalau aku jawab enggak berarti selamanya aku nggak akan punya dong. Kalau belum yang akan punya tapi itu belum tentu dia kan?" jelas Nina panjang lebar.
"Terserah deh. Yang terpenting itu yang terbaik untuk kamu dan jangan salah pilih ngambil langkah ya", kata Farah memberi nasihat.
"Itu harus! Dan I think ini bukan saatnya", Nina melontarkan pendapatnya.
"Lalu waktu yang tepat kapan Nina?" tanya Rahma.
"Aku juga nggak tau. Not now but then", tandas Nina.
"Tapi Nin, coba deh kamu buka dikit aja hati buat dia", Qonita ikut memberi saran.
"Heem Nin, apalagi dia udah berani ngajak kamu. Itu tanda dia mau serius ke kamu", Nia menambahkan.
Nina diam mendengarkan perkataan teman-temannya. Dalam hati diapun merasakan hal serupa. "Iya deh nanti aku coba", kata Nina pasrah.
"Nanti? Kenapa nggak sekarang? Lebih cepat lebih baik sayang", sahut Farah.

:)

Pelajaran keempat dimulai. Guru yang mengajar sudah masuk ke dalam kelas. Pikiran Nina masih melayang pada percakapan kemarin di ruang OSIS. Dia masih memikirkannya hingga sekarang.
"Kamu kenapa Nin?" tanya Windy mengagetkan Nina yang sedang melamun.
"Ha? Kenapa? Sorry aku nggak denger", jawab Nina tergagap.

posted from Bloggeroid

terperangkap

maju aku tak bisa
mundur aku dihalau
minggir aku terdepak
aku terkunci dalam kotak
kotak rasa cinta
yang hangat dan mendamaikan
namun kotak itu berlubang
cintamu terhempas keluar
sedikit demi sedikit
aku tak bisa bernafas
karna tak ada sedikitpun rasa yang tersisa
aku terperangkap sendiri
tanpa kasih sayang sedikitpun
hampa yang kurasa
ingin kuterlepas
berontak mencari udara
namun ku takut
takut nenyakiti kotak indahmu
yang kau buat untukku
tapi kau tinggalkan begitu saja
bermaksud tuk buatku terjaga
tapi taukah engkau
aku terlalu sesak
jika kau tinggalkan
tanpa rasa kasihmu

posted from Bloggeroid

28 Maret 2012

yes or no

for 28 February 2012 until 27 March 2012
you have been taught me about loving somebody . you made me looked stupid when you told me about love . because I didn't have experience about that . thank you to teach me until I know about that . I also learned sadness from you . you made me feel alive . you also made me think twice to choose someone who will be the one . you taught me the meaning of allegiance . thanks for that time . I wish you could be the one for somebody you love so much :D

posted from Bloggeroid

25 Maret 2012

memories of 2011

Haloooo...Tak terasa kita sudah melewati tahun 2011 dan sebentar lagi akan masuk ke 2012. Gimana rasanya nih kehidupanmu di 2011 ? yang pasti menyenangkan kan. Kalo’ aku sih biasa aja,malah bisa dibilang ndak ada feel-nya. Kalian tau lah gimana menjalani hidup dengan hati ato ndak pake hati. Aku tu ngerasanya hari hari berlalu tanpa ada kenangan indah. Aku juga ndak tau kenapa sih.
Januari, mulai dari awal taun aja aku udah disibukin sama latihan, latihan, dan latihan. Tiap hari isinya cuma sekolah, latihan, pulang, belajar, tidur, besoknya bangunlagi, dan begitu seterusnya selama satu bulan. Meski ada liburnya sih, walaucuma hari minggu doang, tapi rasanya tu kayak surga dunia. Sehari tanpa latihan dan pergi ke sekolah. Hehe. Di akhir bulan ternyata ada UH1 buat semester 2, haduh pusing *nging nging.Gimana ndak pusing, orang UH-nya seminggu lebih. Udah gitu jadwalnya siang lagi, pa ndak tambah menderita? Yo wis,tinggal belajar aja kok repot. Ntar kalo’ remidi ya remidi aja kalo’ ndak remidi ya Alhamdulillah.
Februari, masih sama kayak Januari ndak ada yang special. Meskai ada Valentine plus ultah sih.Nyatanya biasa aja tanpa seorang kekasih, hiks hiks *galau. Tapi gpp juga ding,aku juga ndak terlalu berharap ntar kalo’ gila gimana coba, ckck. Maret, asyik,hore, alhamdulillah. Tau kenapa? Yap kelas 2 alias senior kita pada Study Tour ke Bali dan kita mikirnya pasti ndak ada latihan. Tapi harapan tinggal harapan,masih ada latihan walau cuma sebentar kelas 2 udah pulang dari Bali, langsung deh latihan lagi buat lomba di bulan April dan Mei. Masih lama juga sih, tapi gara-gara lomba gede + harus mempertahankan piala jadi latihannya dari jauh-jauh hari, hufft, capek juga. But it’s OK lah biar jadi kebanggaan sekolah *kalau menang, AMIN.
April,hari-hari dipenuhi dengan latihan biasa dan latihan fisik. Setiap hari nyoba PBB TUB PBB TUB dan seterusnya ampe bosen juga. Tanggal 31 April lomba PBB dan1 Mei lomba TUB.Mei, tanggal 1Mei sore pengumuman hasil lomba. Pas banget waktu upacara penutupan turun ujan dan itulah yang menjadi saksi gimana perasaan kami saat itu. Oke, kami memang dapat juara 1 dan 2, tapi kita ndak dapet juara umum. Kalian tau gimana sakitnya kita udah latihan selama HAMPIR setengah tahun latihan buat mempertahankan piala tapi ternyata direbut oleh SMA lain :’(. Tapi ndak papa, buat pelajaran aja toh sebentar lagi ada lomba. Kalo kalian ikut pasti 1.heran 2.terbengong-bengong 3.ketawa. pasti kalian mikir, ki pie to?. Kita emang ngerasa gitu, gerakan kita yang menurut senior udah LUMAYAN bagus aja ndak dapet juara. Kita dapet nomor 12 OMG ! UH2 dan ulangan kenaikkan kelas sudah menunggu, taraaa! Belajar lagi deh, SEMANGAT !
Juni, UKK selesai. Akhirnyaaaaa. Bentar lagi pensi nih. Siap-siap ah (sebenarnya biasa aja :p).pensi dengan guess star-nya SO7 a.k.a Sheila On 7 berhasil buat kita-kita ber-pogopogo ria, huuuuuuuuuu. Penerimaan rapor, aku pengen masuk IPA sih tapi ternyata masuk IPS. Aku ndak terima apalagi ibu, akhirnya nemuin wakasek dan ikut tes masuk IPA. Ndak terlalu banyak yang ikut kok. Aku lolos! Yes.
Juli, pembagian kelas. Bayar SPP dulu abis itu ke guru yang ditunjuk. Innalillahi, antreannya cui, ampe ke kutub utara saking panjangnya *lebay. Aku bayarnya siang ajalah biar ndak lama. Aku masuk IA4. Sekelas sama 4 orang dari kelas X. Hari pertama masuk, biasa aja ndak terlalu istimewa malah aku bosen, abis anaknya diem aja,gini nih masuk IPA yang notabene anak rajin semua. Lah aku ? jangan tanya,haha.
Agustus,latihan pagi menyambut. Biasalah buat pengibaran 17 Agustus. Yang ngibarin Sang Merah Putih anak kelas X yang baru kok. Kita yang kelas XI cuma jadi petugas upacara. Huah, paling males ngomong soal pelantikkan. Dibentak-bentak sih. Sumpah males banget ! jadi senior, hore atau nangis ya :? Biasa aja lah. Pengibaran 17 Agustus, biasa. Setelah pengibaran yang ndak biasa. LARI keliling lapangan ditonton satu sekolah + PushUp. Gila ! Idul Fitri, minal aizhin walfaizhin
September,masuk hari pertama langsung PELAJARAN FULL, sekolah edan. Pusing mikirpemilihan OSIS + S7J’11 sing sabar! Latihan dulu deh, aku udah daftar jadi pengurus OSIS lhoooo. Latihan pertama udah bikin pusing, oooooohhhhhhhhhh. Bentar lagi MID, latihan ditiadakan.
Oktober, MID selesai. Hasilnya? Punyaku jelek! Haduh, awal bulan dipusingin pake hasil MID ditambah bentar lagi ada lomba buat 2011 dan senior + pak Mbeng (coach :p) kekeuh pengen ikut lomba. Kita sbg yang mengambil kendali mereka ndak siap. Tapi karena mereka mau, ya oke aja lah. Latihan CUMA 1bulan dengan kondisi mereka seperti itu apa bisa toooo? Tapi toh juga ikut dan jadi 1 set kok.
November, penuh air mata. Karena menang lomba jadi juara umum, alhamdulillah *mukjijat, aku SEDIKUT bangga dengan apa yang mereka raih :D nilaiUH2 ku ancur berkeping-keping karena dapet rank 27 dari 27 siswa, ckck *tidak pantas ditiru anak-anak, ada ulangan akhir smt1. Tau ndak tempat dudukku pas ulangan, di lab IPS. Meja kursinya beda dari yang lain. Pake meja kuliahan! *gurunya pilih kasih. Ndak bisa apa-apadeh, mengerjakan sendiri!
Desember,remidi dan classmeeting. Remidi cuma satu yang dari dulu ndak pernah berubah,KIMIA dengan nilai 54. Aku heran deh udah les kimia teteeeep aja remidi, hmm. Classmeeting, kelasku masuk final di footsal, horeeee, dapet juara lho 6-4. Rapotan, aku jaga di kelasku gara-gara yang studytour ke Bali berangkat hari itu juga. Capek? Iya, karena baru ngerasain yang pertama kali. Dapet rank 16, not too bad kok . Liburan, dirumah saja sedangkan teman-teman ke Bali. Minggu ke-2 ada latihan dan yang masuk hanya 4orang, ckck. Bentar lagi taun baru dan masuk sekolah lagi.
Dari setahun itu aku bisa ambil beberapa pelajaran:
1. Tidak semua yang kita harapkan harus terjadi.
2. Tidak semua yang biasa saja tetap jadi biasa saja, pasti ada perubahan.
3. Kalau kita memang ditakdirkan disitu, yadisitulah kita.
4. Setiap perbuatan butuh pengorbanan

maaf baru di post sekarang, harusnya udah dari 3bulan lalu. Kesimpen d draft dan tak terlihat sih :D
2012 ada kisah menarik kok, tunggu yaaaaak !

posted from Bloggeroid

tak harus miliki

aku sadar aku suka
aku sadar aku sayang
akupun sadar aku cinta
namun kau
kurasa dulu
kau suka
kau sayang
bahkan kau cinta
terlambat
ku kehilangan kesempatan itu
tuk menggapaimu
tapi kini kau tlah menjauh
sulit menyentuhmu kembali
aku hanya yakini
aku cinta tapi tak perlu kuraih
asal ku bisa merasakan cinta ini

posted from Bloggeroid

24 Maret 2012

terlambat mengambil keputusan

Part 4

Pelajaran yang membosankan, udah siang masih saja ketemu pelajaran kayak gini, itulah perasaan Nina. Waktu menunjukkan pukul 11.00, pantas Nina mengeluh.
"Kemarin ada PR ya?" tanya Bu Rani. "Ayo dikeluarkan!" perintahnya. Bu Rani adalah guru kimia. "Ada yang sudah mengerjakan?"
"Belum, Bu. Nggak tahu caranya", kata Ahmad.
"Ya sudah. Ini temanmu ada yang sudah mengerjakan. Perhatikan! Jangan bicara sendiri. Nanti kita bahas bersama", kata Bu Rani.
Windy maju ke depan kelas untuk mengerjakan PR yang diberikan Bu Rani. Nina terpaksa duduk sendirian. Dia memainkan bolpoin untuk mengusir penat.
"Andra, duduk sini aja. Aku mau bicara bentar", pinta Titi yang duduk di belakang Nina. "Boleh kan Nin?" tanya Titi kepada Nina.
Nina berbalik menghadap Titi, mencari penjelasan atas permintaannya. "Aku cuma bicara bentar kok. Beneran?" kata Titi sambil mengangkat tangannya dan membentuk huruf V.
Andra berjalan menuju meja Nina.Dia duduk di bangku Windy. Andra langsung menghadap belakang untuk berbicara dengan Titi. Nina tak terlalu memperhatikan mereka, jadi ia menghadap ke depan untuk memperhatikan yang ditulis oleh Windy.
"Ayo sudah bicaranya. Perhatikan depan!" perintah Bu Rani.
Windy mundur kebelakang menuju bangkunya, tapi telah diduduki Andra, jadi Windy duduk di tempat lain. Semua murid kembali mengalihkan perhatiannya ke depan. Mendengarkan penjelasan Bu Rani meskipun hanya separuh kelas yang benar-benar memperhatikan.
Tanpa Nina dan Andra sadari, seseorang telah memotret mereka. Mengambil gambar mereka dari belakang, siapa lagi kalau bukan Livia. Livia duduk dua meja di belakang Nina. Anak itu memang sangat atraktive saat seperti itu.
Pelajaran berlangsung lancar. Semua siswa sibuk mencatat bahan yang sedang ditulis oleh Bu Rani.
"Eh, ada Andra. Nin, pinjem bolpoin merah ya?" pinta Kiki yang tiba-tiba berbalik menghadap meja Nina. Kiki kembali menghadap ke depan setelah mendapatkannya.
"Ini. Makasih ya Nin. Eh, nanti Tama cemburu lho", kata Kiki asal sambil menepuk bahu Tama, teman sebangkunya. Mereka duduk di depan Nina dan Windy.
Tama menoleh, "apaan sih Ki", elaknya.
"Apaan sih, nggak papa kan Tam?" tanya Nina mencari pembelaan.
"Nggak papa. Kiki tu nggak usah didengerin", kata Tama sambil kembali menghadap ke belakang.
Tanpa Nina sadari, ada yang aneh dengan Andra. Andra merasa cemburu dengan Tama. Apakah Nina menyukai Tama? tanya Andra dalam hati. Lalu aku ini dia anggap apa? batin Andra.
Nina tak dapat merasakan kejanggalan yang terjadi. Dia hanya menganggap itu hanya sebuah lelucon belaka. Nina tak pernah sedikitpun terbersit pikiran mengenai hati Andra saat ini. Karena Nina pikir Andra tidak ada perasaan apapun terhadapnya.

posted from Bloggeroid

23 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 3

"Ayo cepet cerita", rajuk Rahma.
"Sabar to nduk", bela Farah.
Senyum tersungging di bibir Nina. "Kemarin Andra SMS aku", katanya malu-malu.
"Apa iya?" seru Rahma kaget.
"Terus gimana?" tanya Farah antusias.
Nina menceritakan semuanya secara detail.
"Sebenernya awal mulanya gimana sih?" tanya Vania.
"Menurutku sih sejak dia ngajak aku buat beli oleh-oleh buat jenguk Windy. Tapi aku pikir itu cuma ajakan biasa. Eh, nggak taunya malah jadi topik hangat di kelas. Apalagi kita sering mentionan di socialnetwork", tutur Nina.
"Halah kayak anak kecil aja. Udah cepet jadian aja sana", sambung Vania.
"Ah udahan aja deh, toh kita cuma temenan biasa kok", elak Nina.
"Sebenernya kamu suka sama dia nggak?" tanya Rahma. Pertanyaan yang menurut Nina sangat menohok hatinya.
"Aku nggak tau, tapi kalau sama dia itu rasanya save banget. Beda sama yang lain", tutur Nina blak-blakan.
"Berarti kamu beneran suka dia", celetuk Vania.
"Nggak tau. Aku nggak yakin. Menurutku itu cuma candaan aja kok".
"Tapi Nin, menurutku dia suka kamu, kelihatan kok", Vania mengambil kesimpulan. Kesimpulan yang membuat hati Nina berdesir.
Tawa meledak dari bibir Nina, tak percaya akan kata-kata Vania. "Udah deh, liat aja kedepannya gimana", jawab Nina pasrah.

*

Taman sekolah yang teduh. Banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang. Rumput yang tumbuh subur dan hijau. Nina duduk di bangku taman di bawah rindangnya pohon mangga. Tak terduga Andra datang dan duduk di sebelah Nina. Andra langsung buka suara.
"Be itu apa sih?" tanya Andar penasaran.
"Apa ya? Nggak tau", jawab Nina sambil berfikir.
"Mungkin babe, babi, atau nggak baby? Iya kan?" goda Andra.
"Emmm, apa ya enaknya? Babe aja deh".
"Lho kok gitu", sesal Andra.
"Terus apa dong? Ya udah baby aja gimana?" usul Nina.
Tawa Andra pecah. "Nggak usah deh, babe aja. Kita kan belum jadian", kata Andra sambil mengusap kepala Nina.
"Siap babe", kata Nina penuh semangat.
"Siap mak!" seru Andra seraya bangkit berdiri.
Percakapan dua manusia itu terhenti oleh bel tanda msuk berbunyi. Andra berjalan duluan menuju ke kelas. Nina memandangi punggung yang semakin menghilang itu. Dia bangkit untuk menyusul Andra ke kelas, tapi dia lewat depan ruang OSIS.

*

Nina sedang duduk santi di kursi malas kamarnya. Tangannya asik memainkan ponsel. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara dari laptopnya. Ada pesan masuk di YM, Nina segera membukanya.
"Nina Nina", dari Andra. Jantung Nina berdegup kencang.
"Apa apa", balas Nina.
"Abi lagi galau nih".
"Kenapa abi galau?"
"Nggak ada yang nge-chat aku di YM".
"Ya udah, ini aku nge-chat kamu".
Andra membaca balasan dari Nina, tak ia sadari bahwa bibirnya tersenyum.
"Eh Nin, gimana tu anak-anak pada heboh sendiri. Kamu nggk papa kan? Aku minta maaf udah buat kamu kayak gini".
"Aduh udahlah. Saya hanya mengikuti permainan anda".
"Tapi itu bukan permainan, itu realita. "Kita yang menentukan itu permainan atau realita".
"Hidup penuh dengan pilihan".
"Pilihan untuk menentukan permainan kita".
Lama Nina menunggu jawaban. Hingga rasa kantuk menyergapnya dan dia tak tahan menunggu.
"Aku tidur dulu ya, udah ngantuk".
"Maaf Nin baru balas. Ya udah mimpi indah ya, good night", balas Andra.

posted from Bloggeroid

22 Maret 2012

terlambat mengambil kesempatan

Part 2

"Ciiiiiieeeeee Nina", seru Livia ketika Nina duduk di bangkunya. Dia bingung, kenapa pagi-pagi udah ribut.
"Kenapa sih? Ini masih pagi woy", balas Nina tak kalah heboh.
Bel masuk tanda pelajaran dimulai. Masih banyak siswa yang belum hadir. Maklumlah, ini sekolah masuk jam 06.30, terlalu pagi untuk siswa SMA. Apalagi di SMA Negeri 7 di salah satu kota metropolitan. Peraturan ini dibuat pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Ada-ada saja perilaku para pejabat kita.
Siswa sudah berdatangan sebelum guru yang mengajar jam pertama datang. Tapi ada satu bangku yang belum terisi. Siapa ya, batin Nina.
"Nin, Andra belum dateng to?" suara yang mengejutkan itu dari samping kanannya. Suara milik Windy, teman sebangkunya sejak tahun ajaran dimulai.
"Ndak tau, liat aja bangkunya", dagunya menunjuk bangku Andra. "Maybe he came late", kata Nina.
"I think so, dasar telatan ya dia".
"Maklum kemaren ampe jam 12", batin Nina. Memang kemarin Nina dan Andra SMS sampai jam 12 malam.
Jam pelajaran pertama berlalu dalam keheningan. Kenapa? Karena jam pertama adalah pelajaran matematika. Apalagi gurunya juga kayak gitu.
"Wooo telat", salah satu siswa berkata.
"Nin, liat tu Andra telat", satu lagi celetuk siswa lainnya.
Nina hanya mendongak dan melihat sosok Andra sekilas. Tatapan Andra tertuju pada Nina, namun Nina kembali tertunduk dan fokus pada pelajaran. Pelajaran berjalan lancar dan tenang, hingga pergantian jam dan ternyata guru mata pelajaran selanjutnya tidak ada.
"Cieee kemarin yang mention-mention di twitter", seru salah satu murid.
"Iya, kemarin ada yang ngerayu lhoo", sambung Livia.
"Apa iya? Siapa? Andra bukan?" tanya seorang siswa.
"Kalian itu ngapain?" celetuk Andra.
"Gimana Nin? Udah cepet jadian ajalah, nggak usah lama-lama", kata seorang siswi.
Nina hanya menghadap siswi tersebut dan tersenyum. Entah mengapa bibir Nina hanya bisa tersenyum saat ditanya seperti itu. Coba tebak apa yang Nina rasakan? Kita lihat saja nanti.
Bel tanda usai pelajaran berdering. Pelajaran telah berakhir, siswa siswi mulai berkemas untuk pulang. Selesai berdoa Nina langsung melesat keluar kelas menuju ruang OSIS. Nina termasuk dalam salah satu anggota OSIS, dia bergabung mulai awal tahun pelajaran lalu.
"Farah, aku mau cerita", kata Nina manja kepada sahabatnya itu, Farah.
"Gimana to gimana? Sini cepet cerita. Pasti soal Andra yaaaa?" goda Farah.
"Ninaaaaa, gimana kabarnya Andra?" tanya Rahma, sahabat Nina juga.
"Ni aku baru mau cerita sama Farah".
"Lhooo aku ikuuuut", rengek Rahma.
"Sek bentar ya", kata Nina sambil berjalan menuju kamar mandi.
posted from Bloggeroid

terlambat mengambil kesempatan

Part 1

Malam makin larut, namun Nina tak kunjung terlelap. Masih digenggamnya ponsel kesayangannya. Nina masih sibuk menjelajari benda kecil itu. Apa yang dia lakukan? biasalah anak muda, online. Dia sibuk dengan dunia maya itu, hingga ia terkejut oleh sebuah sms.
"Kamu baik-baik aja kan?" pesan yang tertulis, tapi hanya nomor saja.
"Iya, ini siapa ya?" balas Nina.
Nina bingung siapa yang malam-malam begini kirim SMS. Terbersit sebuah nama dibenaknya, tapi ia tak berani untuk meyakininya. Tak berapa lama SMS balasan masuk.
"Aku Andra. Bener kamu gpp?" tertulis di layar ponselnya. Hati Nina berdesir, tak tahu desiran apa itu. Jantungnya berdetak hebat, Nina lalu mengetik SMS.
"Bener aku gpp kok. Santai aja lagi". Send.
"Ya udah. Aku cuma khawatir kamu kenapa-kenapa".
"Oh, aku gpp kok. Tapi kok kamu bisa mikir gitu?". Send.
"Aku takut masalah di social network itu jadi pikiran kamu".
"Ya udahlah, aku fine kok. Ndak usah dipikirin". Send.
Lama Nina dan Andra saling mengirim pesan, hingga tak terasa hari sudah berganti. Nina langsung tidur terlelap, dengan meninggalkan pesan yang terakhir dari Andra.

posted from Bloggeroid

21 Maret 2012

kenyataan pahit

cahaya mulai redup
kehangatan tergantikan oleh dingin
keceriaan menghilang
tak ada lagi seruanmu
terbangun dari mimpi indah
tersadar oleh kenyataan pahit
kau tak disini
tak pula disampingku
hanya bayangmu dalam mimpi indahku
kau tak nyata
seperti esensi yang kau beri
hanya ilusi belaka
takkan pernah kurasa

posted from Bloggeroid

hati ini

senyum terlukis
tawa lembut mengalun
candaan terlontar indah
perhatian yang menghangatkan
usapan halus yang mendamaikan
rasa yang membuat nyaman
hati yang selalu berbunga-bunga
indah dan tak ingin pergi
aku jatuh di pelukmu
namun tak sakit
begitu menyenangkan
selalu kau manja dengan kata-kata indahmu
kuterbuai
kuterlena
kumenyukainya
akhirnya kujatuh cinta <3

posted from Bloggeroid

rasa yang terbuang

angin semilir
embun menetes
daun hijau semerbak
gemericik air mengalir
bau alam yang begitu hangat
kicauan burung
mengiring membawa jiwa ini
jiwa yang kau sakiti
tapi kujuga sadar
akulah yang telah menyakitimu
melukai hatimu
maafkan aku
maafku terbawa bersama angin
menuju hati yang sakit
menyembuhkannya dengan kasih
terima kasih tlah mencinta

posted from Bloggeroid

19 Maret 2012

pantaskah

kubuka lembarmu
kutemukan tulisan itu
kau dan dia
kalian
tak pantas rasanya aku mengganggu
kental akan kasih
aku iri
aku benci
aku tak bisa seperti kalian
jika bisa
aku ingin menggantikannya
agar ku bisa bersamamu
rasa yang semakin lama dan dalam terasa
mengertikah engkau
rasa yg kusimpan untukmu
baru kali ini
kenapa kau tak kunjung mengerti
apa aku terlalu tak berharganya
apa aku terlalu cuek untuk kau anggap
apa ini hukuman untukku
jelaskan padaku

posted from Bloggeroid